Kalurahan Plembutan Gunungkidul Kembangkan Mitigasi Banjir, Dilirik ASEAN
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Perayanan Hari Santri Nasional di Gunungkidul di tahun ini bakal lebih meriah dibandingkan penyelenggaraan di tahun lalu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Perayanan Hari Santri Nasional di Gunungkidul di tahun ini bakal lebih meriah dibandingkan penyelenggaraan di tahun lalu. Rencananya pada Minggu (22/10/2017) malam akan diselenggarakan pentas seni teatrikal bertema Santri Berajut Kebhinekaan oleh 1.000 santri dari Pondok Pesantren di Gunungkidul.
Ketua Panitia Peringatan Hari Santri Nasional Gunungkidul 2017, Taufik Ahmad Sholeh mengatakan telah menyiapkan beberapa rangkaian acara. Di puncak peringatan yang jatuh pada Minggu (22/10/2017) besok, akan digelar doa istighosah di Alun-Alun Kota Wonosari dan juga pentas seni rebana oleh 1.000 santri.
Selanjutnya pada Minggu malam akan diadakan pentas seni teatrikal dengan menerjunkan 1.000 santri yang digelar di jalanan depan Rumah Dinas Bupati Gunungkidul. “Semua sudah kami persiapkan dan mudah-mudahan acara perayaan dapat berjalan dengan lancar,” kata Taufik kepada wartawan, Jumat (20/10/2017).
Menurut dia, untuk pentas seni teatrikal akan bertema Kiblat Bumi Nusa dengan lakon Santri Merajut Kebhinekaan. Tema utama dari seni teatrikal ini berkisah tentang perjuangan para santri dalam rangka memperebutkan kemerdekaan Indonesia.
"Perjuangan mereka akan digambarkan pada drama kolosal megah ini. Untuk para santri bermain merupakan gabungan dari Pondok Pesantren Darul Quran dan Al Mumtaz," ujar Taufik.
Menurut dia, tujuan dilaksanakan kegiatan ini tidak lain untuk membangun kesadaran kolektif tentang kebangsaan dan membumikan budaya santri dalam pembangunan. Selain itu, juga sebagai upaya menjaga konsistensi dan menumbuhkan kesadaran berbangsa dalam bingkai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
“Untuk acara peringatan kami juga menggandeng seluruh umat beragama yang ada di Gunungkidul,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Forum Lintas Iman Gunungkidul Aminudin Azis mengatakan, perayaan Hari Santri Nasional merupakan upaya sebagai memperkuat persatuan dan kesatuan.
Oleh karenanya kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh para santri, namun juga diikuti oleh pemeluk agama yang lain. “Nanti ada sekitar 500 relawan dari umat beragama yang ikut dalam pelaksanaan pentas seni teatrikal,” katanya.
Menurut Azis, pentas seni yang melibatkan ribuan peserta ini tidak akan menggangu ketertiban umum. Dia menegaskan, meski dilaksanakan di jalan, namun kegiatan tersebut aman sehingga arus lalulintas tidak akan terganggu. “Kenapa kami pilih jalan di depan rumah dinas bupati, sebab ini bukan jalan utama sehingga tidak mengganggu kelancaran lalulintas,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Kamis, 29 Oktober 2026. Tarif Rp12.000 sekali jalan, tersedia enam jadwal pergi dan pulang.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 29 Oktober 2026, lengkap dengan tarif dan jadwal pulang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis, 29 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari pagi hingga malam untuk kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.