40.000 Pengunjung Ditargetkan Datang ke Magelang, UMKM dan Warga Jadi Sasaran
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Jumat, (27/10) arus lalu lintas yang terlihat di sekitar Ringroad Gejayan pukul 08.30 WIB tampak padat
Harianjogja.com, SLEMAN- Jumat, (27/10) arus lalu lintas yang terlihat di sekitar Ringroad Gejayan pukul 08.30 WIB tampak padat.
Terlihat dari arah timur antrian kendaraan roda empat memadati lampu merah. Kepadatan kendaraan terpantau hingga kurang lebih 500 meter sampai di depan Giant Swalayan. Kendaraan roda dua juga terlihat memenuhi garis depan lampu merah. Kemacetan juga terjadi akibat beberap kendaraan yang ingin putar balik arah.
Dari arah berlawanan tampak antrian kendaraan yang tidak terlalu panjang. Namun tetap didominasi kendaraan roda empat. Terlihat beberapa kendaraan banyak yang menuju ke arah Gejayan. Disamping itu juga terdapat dua orang polisi yang tengah mengatur jalannya lalu lintas dan ketertiban pengendara.
Terlihat pula antrian kendaraan dari arah utara, yaitu dari arah terminal Condongcatur menuju arah Gejayan dan ke arah timur beberapa didominasi kendaraan roda dua. Sebaliknya dari arah selatan panjang antrian kendaraan tidak seberapa sebab terlihat suasana yang masih pagi.
Para pengendara terlihat tertib mematuhi rambu lalu lintas, dan polisi juga terlihat memantau ketertiban pengendara. Dan perlu diperhatikan untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.
Cuaca mendung mengakibatkan antrian kendaraan di sekitar lampu merah Ringroad Gejayan, Jumat (27/10/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Mabes TNI memantau TMMD ke-130 di Bantul. Progres pembangunan talut mencapai 55%, cor beton 65%, serta jalan dan gorong-gorong 85%.
Pemkot Jogja menyiapkan bantuan biaya pengobatan bagi korban kericuhan Malioboro ber-KTP Jogja yang belum tercover pembiayaan kesehatan.
Lima tokoh dan kelompok seni budaya Kulon Progo menerima penghargaan 2026 atas kiprah mereka melestarikan tradisi dan kesenian lokal.
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
DPMPTSP Sleman mencatat 733 usaha vila dan homestay hingga 26 Oktober 2026, terdiri atas 323 vila dan 410 homestay.