Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Badai cempaka berakibat pada banjir di SMK Gedangsari Gunungkidul
Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan tinjauan ke lokasi banjir di SMK Negeri 1 Tanjungsari, Rabu (29/11/2017).
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=872876">BADAI CEMPAKA : Seluruh Sekolah di Gunungkidul Terpaksa Diliburkan
Untuk penanganan, Sultan masih menunggu kajian dari tim, terlebih lagi di kawasan ini sering terjadi banjir saat musim penghujan.
Menurut dia, untuk penanganan banjir ada usulan agar dibuatkan embung. Selain pencegahan terhadap banjir, keberadaan embung juga dapat dimanfaatkan sebagai saluran irigasi saat kemarau. Namun demikian, Sultan belum bisa memenuhi dengan dalih harus ada kajian terlebih dahulu.
“Biar Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY melakukan verifikasi dulu baru diputuskan,” kata Sultan.
Secara prinsip Sultan mengaku tidak keberatan dengan usulan pembuatan embung karena penanganan tidak sampai memindah lokasi sekolah yang berada saat ini.
Namun, sambung dia, apabila kajian pembuatan embung tidak memungkinkan maka terpaksa sekolah akan dipindah. “Jadi ditunggu dulu verifikasinya seperti apa,” ungkapnya.
Kepala sekolah SMK Negeri 1 Tanjungsari Sudiyarto mengaku banjir masih menggenangi area sekolah. Akibatnya sampai saat ini kegiatan belajar mengajar praktis tidak bisa dijalankan. “Sekolah masih libur,” katanya.
Menurut dia, dengan kondisi genangan air yang masih tinggi diprediksi banjir baru akan hilan dalam tujuh hari. Namun dengan catatan selama kurun waktu itu tidak turun hujan sehingga tidak ada tambahan debit air. “Harapan kami cuaca cerah sehingga proses penyusutan air dapat berjalan baik sehingga cepat mengering,” ungkapnya.
Akibat banjir di kawasan SMK Negeri Tanjungsari tidak hanya menghambat kegiatan belajar para siswa, namun juga memutus akses menuju Pantai Baron. “Tidak bisa dilewati dan harus memutar lewat JJLS atau jalur di Tepus,” kata Sudiyarto lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
DPRD Bantul meminta BPBD dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi angin kencang, pohon tumbang, dan genangan saat pancaroba.
Menteri LH Jumhur Hidayat mendorong pemulihan tata air gambut melalui water intake dan sekat kanal untuk mencegah karhutla di Sumatera Selatan.
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Pemkab Gunungkidul memecat Lurah Bohol Margana setelah kasus korupsi anggaran kalurahan 2022-2024 berkekuatan hukum tetap.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.