Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Ilustrasi: Aparatur sipil negara (ASN) dituntut profesional dalam bekerja dan melayani masyarakat. (Dokumentasi/JIBI/Solopos)
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan menjadikan Tenaga Lepas Harian (THL) sebagai solusi kekurangan pengawai di lingkup pemerintahan di 2018
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan menjadikan Tenaga Lepas Harian (THL) sebagai solusi kekurangan pengawai di lingkup pemerintahan di 2018.
Namun demikian, hingga sekarang Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul masih memetakakan jumlah THL yang dibutuhkan.
Kepala BKPP Gunungkidul Sigit Purwanto mengakui hingga saat ini sudah banyak Organisasi Perangkat Daerah yang memberikan data jumlah kebutuhan THL di 2018. Namun demikian, lanjut dia, data tersebut belum bisa dijadikan acuan karena butuh kajian terkait kebutuhan secara menyeluruh.
“Data yang masuk akan kami kaji terlebih dahulu sehingga belum dapat dijadikan patokan berapa jumlah kebutuhan yang diperlukan,” kata Sigit kepada Harianjogja.com, Rabu (29/11/2017).
Menurut dia, jika mengacu pada kebutuhan tenaga kerja yang dilakukan oleh BKPP, maka kekurangan pegawai mencapai 2.500an orang. Namun demikian, jumlah tersebut tidak bisa dipenuhi melalui THL karena pemenuhan juga harus mengacu pada alokasi anggaran yang dimiliki di masing-masing OPD.
“Itulah kenapa kami harus lakukan kajian agar kebutuhannya bisa sesuai dengan anggaran sehingga tidak menjadi beban. Untuk kajian, kami tidak sendiri karena juga melibatkan bagian organisasi, Setda Gunungkidul,” ujarnya.
Sigit pun berharap proses pengkajian terhadap kebutuhan THL dapat segera selesai. Pasalnya setelah proses ini berakhir maka akan diteruskan dengan rekrutmen tenaga non PNS. “Sudah mulai kami persiapkan lengkap dengan regulasi dalam perekrutan,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
DPRD Bantul meminta BPBD dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi angin kencang, pohon tumbang, dan genangan saat pancaroba.
Menteri LH Jumhur Hidayat mendorong pemulihan tata air gambut melalui water intake dan sekat kanal untuk mencegah karhutla di Sumatera Selatan.
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Pemkab Gunungkidul memecat Lurah Bohol Margana setelah kasus korupsi anggaran kalurahan 2022-2024 berkekuatan hukum tetap.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.