Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Perairan Tanjung Kesirat Gunungkidul
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Logo Gunungkidul
DPUPRKP sudah mengajukan ke Pemerintah Pusat agar mau membantu dalam proses pemulihan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul telah mengusulkan perbaikan tiga jembatan gantung yang membentang di aliran Sungai Oya ke Pemerintah Pusat. Namun, upaya pembangunan ulang masih menunggu persetujuan dari Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, banjir bandang yang disebabkan Badai Cempaka membuat tiga jembatan gantung di aliran Sungai Oya rusak. Tiga jembatan ini meliputi jembatan gantung Jeruklegi, Desa Katongan, Nglipar; jembatan gantung Jelok, Desa Beji, Patuk dan jembatan gantung Wonolagi di Desa Ngleri, Playen. “Ketiganya putus karena diterjang banjir bandang,” kata Eddy kepada wartawan, Kamis (28/12/2017).
Menurut dia, atas kerusakan infrastruktur tersebut, DPUPRKP sudah mengajukan ke Pemerintah Pusat agar mau membantu dalam proses pemulihan. Hanya saja, lanjut Eddy, permohonan tersebut belum disetujui karena masih harus menunggu persetujuan dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. “Kami masih menunggu keputusan dari menteri, tapi harapannya permohonan yang diajukan dapat disetujui,” ungkapnya.
Dikatakannya, untuk kerusakan pascabencana banjir bandang yang terjadi akhir November lalu, sejumlah kerusakan infrastruktur sudah mulai diperbaiki. Salah satunya terlihat dalam proses perbaikan Jembantan Bonjing di Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo. “Jembatan itu sudah mulai diperbaiki oleh satker. Mudah-mudahan proses tersebut segera selesai sehingga aktivitas warga dapat kembali normal,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul Suharno berharap agar perbaikan pascabencana dapat segera dilakukan. Hal ini dibutuhkan agar kondisi di masyarakat dapat kembali normal. “Dampak bencana sangat terasa dan untuk sekarang masih dalam masa pemulihan,” kata Suharno.
Menurut dia, untuk upaya pemulihan, DPRD siap memberikan dukungan, khususnya membantu dalam penetapan kebijakan anggaran sesuai dengan fungsi dari anggota dewan. “Intinya pemulihan harus dilakukan secepatnya dan untuk itu, kami siap memberikan dukungan,” ujar Politikus PDI Perjuangan ini.
Terpisah, salah seorang warga Dusun Jeruklegi, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar Ari Sudarsono mengatakan, untuk perbaikan jembatan gantung di dusunnya belum dilakukan. Ia pun berharap agar fasilitas tersebut segera diperbaiki sehingga aktivitas warga dapat kembali normal. “Pascabanjir, jembatan Jeruklegi rusak dan belum diperbaiki hingga sekarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Senin 5 Oktober 2026 tersedia di MPP, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 5 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan tiap stasiun.
Jadwal layanan SIM keliling di Kota Jogja hari ini Senin (5/10/2026) berlokasi di Alun-Alun Kidul dan MPP Balaikota.
Gianni Infantino meninjau SUGBK bersama Erick Thohir menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia vs Thailand.
Max Verstappen meraih kemenangan perdana F1 2026 di GP Bahrain yang digelar di Sepang, mengungguli Kimi Antonelli dan Lewis Hamilton.