Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Logo Gunungkidul
DPUPRKP sudah mengajukan ke Pemerintah Pusat agar mau membantu dalam proses pemulihan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul telah mengusulkan perbaikan tiga jembatan gantung yang membentang di aliran Sungai Oya ke Pemerintah Pusat. Namun, upaya pembangunan ulang masih menunggu persetujuan dari Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, banjir bandang yang disebabkan Badai Cempaka membuat tiga jembatan gantung di aliran Sungai Oya rusak. Tiga jembatan ini meliputi jembatan gantung Jeruklegi, Desa Katongan, Nglipar; jembatan gantung Jelok, Desa Beji, Patuk dan jembatan gantung Wonolagi di Desa Ngleri, Playen. “Ketiganya putus karena diterjang banjir bandang,” kata Eddy kepada wartawan, Kamis (28/12/2017).
Menurut dia, atas kerusakan infrastruktur tersebut, DPUPRKP sudah mengajukan ke Pemerintah Pusat agar mau membantu dalam proses pemulihan. Hanya saja, lanjut Eddy, permohonan tersebut belum disetujui karena masih harus menunggu persetujuan dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. “Kami masih menunggu keputusan dari menteri, tapi harapannya permohonan yang diajukan dapat disetujui,” ungkapnya.
Dikatakannya, untuk kerusakan pascabencana banjir bandang yang terjadi akhir November lalu, sejumlah kerusakan infrastruktur sudah mulai diperbaiki. Salah satunya terlihat dalam proses perbaikan Jembantan Bonjing di Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo. “Jembatan itu sudah mulai diperbaiki oleh satker. Mudah-mudahan proses tersebut segera selesai sehingga aktivitas warga dapat kembali normal,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul Suharno berharap agar perbaikan pascabencana dapat segera dilakukan. Hal ini dibutuhkan agar kondisi di masyarakat dapat kembali normal. “Dampak bencana sangat terasa dan untuk sekarang masih dalam masa pemulihan,” kata Suharno.
Menurut dia, untuk upaya pemulihan, DPRD siap memberikan dukungan, khususnya membantu dalam penetapan kebijakan anggaran sesuai dengan fungsi dari anggota dewan. “Intinya pemulihan harus dilakukan secepatnya dan untuk itu, kami siap memberikan dukungan,” ujar Politikus PDI Perjuangan ini.
Terpisah, salah seorang warga Dusun Jeruklegi, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar Ari Sudarsono mengatakan, untuk perbaikan jembatan gantung di dusunnya belum dilakukan. Ia pun berharap agar fasilitas tersebut segera diperbaiki sehingga aktivitas warga dapat kembali normal. “Pascabanjir, jembatan Jeruklegi rusak dan belum diperbaiki hingga sekarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Polri menyiapkan 260 personel untuk menangani dampak gempa Flores M7,7, termasuk evakuasi, SAR, kesehatan, dan identifikasi korban.
Gempa M6,2 mengguncang Parigi Moutong dan terasa di Palu. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa M6,3 juga mengguncang Simalungun.
Rhoma Irama kembali tampil di Malaysia setelah sekitar 20 tahun absen. Bersama Soneta, ia mengguncang Latihan Pestapora di Kuala Lumpur.
Uni Eropa menawarkan satelit Copernicus untuk membantu pencarian korban gempa NTT M7,7 yang menewaskan 47 orang.
Prabowo paling sering menyebut kata Indonesia dalam pidato kenegaraan 2026, disusul rakyat, tahun, anak, sekolah, hingga BUMN.