Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Warga Kampung kembangkan budidaya kopi robusta.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pemerintah Desa Kampung bersama-sama dengan masyarakat mulai mengembangkan tanaman kopi robusta di kawasan Gunung Gambar, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen. Diharapkan dengan budidaya ini bisa menjadikan Kampung sebagai sentra penghasil kopi di Gunungkidul.
Kepala Desa Kampung Suparna mengatakan proses budidaya kopi robusta sudah dimulai pertengahan Januari lalu. Pada waktu itu, lanjut dia, ada sekitar 3.000 bibit kopi yang ditanam di kawasan Gunung Gambar. “Penanaman 3.000 bibit baru langkah awal karena kami masih akan meminta tambahan bibit ke Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul untuk pengembangan lebih lanjut,” kata Suparna kepada Harianjogja.com, Rabu (7/2/2018).
Menurut dia, untuk pengembangan budidaya kopi, Pemdes tidak bekerja sendirian karena juga melibatkan warga sekitar dan kelompok sadar wisata yang ada di Gunung Gambar. Selain itu, untuk pembenihan, Pemdes memperoleh bantuan dari salah seorang dosen asal Korea Selatan bernama Ki-Myung Kim yang aktif memberikan pendampingan ke masyarakat Desa Kampung. “3.000 bibit kopi yang ditanam merupakan pemberian dari Mr. Kim,” ungkap Suparna.
Lebih jauh dikatakannya, keberadaan kopi di Gunung Gambar bukan hal yang baru. Pasalnya, sebelum dilakukan budidaya secara massif oleh Pemdes, warga sekitar sudah pernah melakukan penanaman tanaman tersebut. Hanya saja, lanjut dia, penanaman diberhentikan karena kesulitan memasarkan kopi yang dihasilkan.
“Dulu sudah banyak tanaman kopi, tapi berhubung tidak bisa menjual, tanamannya banyak yang ditebang dan diganti dengan tanaman yang lain. Tapi sekarang, kami coba budidayakan kembali, apalagi sekarang juga sedang dilakukan pengembangan wisata di Gunung Gambar,” katanya.
Salah seorang warga Kampung Ngawen, Sri Mumpuni mengaku antusias dengan budidaya kopi robusta yang dikembangkan di wilayahnya. Ia pun berharap, proses tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat. “Mudah-mudahan upaya itu dapat menjadi pengungkit untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat,” katanya.
Mumpuni pun menilai budidaya kopi yang dilakukan sangat tepat karena prosesnya bersamaan dengan pengembagnan wisata di Gunung Gambar. “Jadi keberadaannya bisa saling melengkapi sehingga potensi yang ada bisa dimaksimalkan dengan baik,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.
Kahitna membagikan rahasia tetap kompak dan bertahan selama 40 tahun di industri musik Indonesia, mulai dari saling menerima hingga menjaga identitas musik.