Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Warga Kampung kembangkan budidaya kopi robusta.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pemerintah Desa Kampung bersama-sama dengan masyarakat mulai mengembangkan tanaman kopi robusta di kawasan Gunung Gambar, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen. Diharapkan dengan budidaya ini bisa menjadikan Kampung sebagai sentra penghasil kopi di Gunungkidul.
Kepala Desa Kampung Suparna mengatakan proses budidaya kopi robusta sudah dimulai pertengahan Januari lalu. Pada waktu itu, lanjut dia, ada sekitar 3.000 bibit kopi yang ditanam di kawasan Gunung Gambar. “Penanaman 3.000 bibit baru langkah awal karena kami masih akan meminta tambahan bibit ke Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul untuk pengembangan lebih lanjut,” kata Suparna kepada Harianjogja.com, Rabu (7/2/2018).
Menurut dia, untuk pengembangan budidaya kopi, Pemdes tidak bekerja sendirian karena juga melibatkan warga sekitar dan kelompok sadar wisata yang ada di Gunung Gambar. Selain itu, untuk pembenihan, Pemdes memperoleh bantuan dari salah seorang dosen asal Korea Selatan bernama Ki-Myung Kim yang aktif memberikan pendampingan ke masyarakat Desa Kampung. “3.000 bibit kopi yang ditanam merupakan pemberian dari Mr. Kim,” ungkap Suparna.
Lebih jauh dikatakannya, keberadaan kopi di Gunung Gambar bukan hal yang baru. Pasalnya, sebelum dilakukan budidaya secara massif oleh Pemdes, warga sekitar sudah pernah melakukan penanaman tanaman tersebut. Hanya saja, lanjut dia, penanaman diberhentikan karena kesulitan memasarkan kopi yang dihasilkan.
“Dulu sudah banyak tanaman kopi, tapi berhubung tidak bisa menjual, tanamannya banyak yang ditebang dan diganti dengan tanaman yang lain. Tapi sekarang, kami coba budidayakan kembali, apalagi sekarang juga sedang dilakukan pengembangan wisata di Gunung Gambar,” katanya.
Salah seorang warga Kampung Ngawen, Sri Mumpuni mengaku antusias dengan budidaya kopi robusta yang dikembangkan di wilayahnya. Ia pun berharap, proses tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat. “Mudah-mudahan upaya itu dapat menjadi pengungkit untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat,” katanya.
Mumpuni pun menilai budidaya kopi yang dilakukan sangat tepat karena prosesnya bersamaan dengan pengembagnan wisata di Gunung Gambar. “Jadi keberadaannya bisa saling melengkapi sehingga potensi yang ada bisa dimaksimalkan dengan baik,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.