Kekeringan Belum Berakhir, Bantuan Air Bersih Gunungkidul Berlanjut
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Ada beberapa faktor yang membuat hasil dari dunia pendidikan belum sesuai harapan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Prestasi pendidikan di Gunungkidul masih belum menunjukkan tanda-tanda yang mengembirakan. Hal ini dapat terlihat dari hasil ujian nasional yang selalu menempati rangking terbawah di DIY.
Untuk mendongkrak prestasi itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Sulistyono tidak menampik jika prestasi pendidikan di Bumi Handayani masih harus terus ditingkatkan.
Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat hasil dari dunia pendidikan belum sesuai harapan. Permasalahan yang muncul bukan hanya berasal dari metode pembelajaran yang diberikan tenaga pendidik, melainkan juga berkaitan dengan motivasi para siswa dalam meningkatkan semangat dalam belajar.
Sulis mencontohkan, pada saat sekarang motivasi siswa untuk meraih prestasi di dunia akademik masih butuh ditingkatkan. Selain itu, peran dari orang tua juga sangat dibutuhkan agar peningkatan tersebut semakin dapat dicapai.
“Di kota-kota para orang tua sudah memiliki kesadaran dengan mengikutkan anaknya untuk les tambahan di luar sekolah. Di Gunungkidul, kesadaran ini masih kurang sehingga proses pembelajaran hanya fokus saat di sekolah,” katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (4/3/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Kemnaker menjelaskan syarat penerima BSU 2026 senilai Rp900.000, mulai dari batas gaji hingga status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Kapolda DIY menegaskan tidak ada anggota Jaga Warga saat kericuhan unjuk rasa 28 Oktober 2026 di kawasan Malioboro.
Polda Jateng memastikan benda logam berdiameter 4,5 milimeter di tubuh bocah Kendal bukan peluru senjata api.
AGI memproyeksikan produksi gula nasional 2026 mencapai 2,8 juta ton, ditopang kenaikan rendemen dan perluasan areal tebu.
Wamen HAM Mugiyanto mendukung percepatan RUU Penyadapan untuk memberi kepastian hukum dan mencegah penyalahgunaan kewenangan.