Tarif Parkir Wisata Gunungkidul Disorot, DPRD Dorong Libatkan Warga
DPRD Gunungkidul menyoroti potensi parkir ilegal dan pungutan ganda di destinasi wisata serta mendorong pengelolaan bersama warga lokal.
Ada beberapa faktor yang membuat hasil dari dunia pendidikan belum sesuai harapan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Prestasi pendidikan di Gunungkidul masih belum menunjukkan tanda-tanda yang mengembirakan. Hal ini dapat terlihat dari hasil ujian nasional yang selalu menempati rangking terbawah di DIY.
Untuk mendongkrak prestasi itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Sulistyono tidak menampik jika prestasi pendidikan di Bumi Handayani masih harus terus ditingkatkan.
Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat hasil dari dunia pendidikan belum sesuai harapan. Permasalahan yang muncul bukan hanya berasal dari metode pembelajaran yang diberikan tenaga pendidik, melainkan juga berkaitan dengan motivasi para siswa dalam meningkatkan semangat dalam belajar.
Sulis mencontohkan, pada saat sekarang motivasi siswa untuk meraih prestasi di dunia akademik masih butuh ditingkatkan. Selain itu, peran dari orang tua juga sangat dibutuhkan agar peningkatan tersebut semakin dapat dicapai.
“Di kota-kota para orang tua sudah memiliki kesadaran dengan mengikutkan anaknya untuk les tambahan di luar sekolah. Di Gunungkidul, kesadaran ini masih kurang sehingga proses pembelajaran hanya fokus saat di sekolah,” katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (4/3/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul menyoroti potensi parkir ilegal dan pungutan ganda di destinasi wisata serta mendorong pengelolaan bersama warga lokal.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi kini berada di Laut Arab menuju Indonesia dan dijadwalkan tiba 17 September sebelum berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Pemerintah menyiapkan Rp17 triliun untuk bansos beras bagi 33,2 juta keluarga miskin pada Oktober-Desember 2026.
Sebanyak 27 pendamping PKH diperiksa KPK di Kantor Dinsos Jateng. Kepala Dinsos Jateng menjelaskan pemeriksaan terkait kasus di Kemensos.
Wanita diduga mabuk mengamuk dan merusak gerobak penjual pukis di Babarsari, Sleman. Polisi mengamankan kedua pihak untuk mediasi.