Syarat dan Jadwal Lokasi SIM Keliling Kota Jogja 20 Agustus 2026
Jadwal SIM Keliling Jogja Kamis 20 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Keluarga Machmud Nasrudin Asryad/Ist-Dokumen Keluarga Machmud Nasrudin Arsyad
Harianjogja.com, JOGJA--Delapan tahun lalu, Machmud Nasrudin Arsyad merasa panik luar biasa. Kala itu, si sulung, Fadhil Chairu Machmud, mengalami masalah pertumbuhan. Dia belum bisa mengucapkan kata meski umurnya sudah tiga tahun. Dokter mendiagnosisnya mengalami autisme. Machmud dan istrinya waswas akan masa depan anak, biaya sekolah khusus, hingga seabrek tekanan batin.
“Rasanya seperti gempa, petir. Kaget campur bingung yang luar biasa. Saya kira semua orang tua seperti itu,” ujar Machmud yang sekarang tinggal di Tiyasan, Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (29/3/2018).
Perlahan, Machmud dan istrinya dapat menerima keadaan yang menimpa anak pertama mereka. Alih-alih mencari tahu penyebab anaknya mengalami autisme, Machmud memprioritaskan pengobatan. Dia membawa Fadhil ke terapis berkali-kali. Pada masa-masa awal setelah deteksi, dalam sepekan Fadhil tiga kali menjalani terapi. Biaya sekali terapi Rp100.000.
“Kacaunya, di Indonesia terapi jadi bisnis. Ini karena muncul asumsi anak autis berasal dari keluarga kaya,” kata pekerja di sebuah lembaga nonpemerintah ini.
Padahal, banyak orang miskin yang memiliki anak autis. Menurut Machmud, mereka tidak bisa memperoleh pendidikan karena mahalnya perawatan dan pendidikan anak autis. Sementara, pemerintah belum mampu menyediakan pendidikan khusus anak autisme secara layak dan menyeluruh.
Fadhil sudah berpindah sekolah tiga kali. Di usia empat tahun ia belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Khusus Autistik Fajar Nugraha di Seturan Depok, Sleman. Dia kemudian pindah ke SLB Citra Mulia Mandiri di Selomartani, Kalasan. Saat ini di usianya 11 tahun, Fadhil bersekolah di SLB Autisma Dian Amanah di Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Biaya sekolah tersebut dalam sebulan paling sedikit Rp1 juta.
Punya anak autis tidak hanya harus berkantong tebal, tetapi juga berdada lapang sekaligus punya waktu khusus di rumah. “Kami harus berkorban, istri saya enggak mungkin bekerja, karena Fadhil bisa ditinggal hanya saat jam sekolah,” ucap Machmud.
Rumah pun harus didesain untuk menjaga keamanan anak autis. “Minimal, rumah tidak terlalu terbuka agar anak tidak tiba-tiba lari.”
Fadhil sering mendadak keluar rumah manakala melihat pintu terbuka. Perangai itu baru hilang belum lama, selepas dia berusia sepuluh tahun.
Instalasi listrik juga mesti jauh dari jangkauan. Barang pecah belah sebaiknya tidak terlalu banyak karena akan sangat mudah tersenggol bocah autis.
Ruang Publik
Machmud awalnya minder ketika mengetahui anaknya menyandang autisme. Maklum, persepsi awam masih keliru, bahkan kebanyakan orang memandang autisme sebagai aib. Machmud mencoba melawan rasa rendah diri tersebut dan sekarang sudah terbiasa mengenalkan Fadhil kepada dunia luar.
Keluarga Machmud kerap cari angin di Gembira Loka. Itu tempat kesukaan Fadhil. “Dia tidak suka diajak ke pusat perbelanjaan karena bising,” ujar Machmud.
Ruang publik benar-benar menguras kesabaran. Saat berusia tiga tahun, dua kali diajak naik pesawat terbang Jogja menuju Palembang. Fadhil sedikit gelisah karena berada di ruangan tertutup. Dia bahkan lari ke belakang karena penasaran.
“Jarang sekali orang membawa anak autis naik pesawat. Waktu itu istri saya sempat agak down karena [Fadhil] ingin lari,” ucap dia.
Machmud memiliki keinginan untuk kembali mengajak Fadhil naik pesawat di usia yang sudah belasan tahun. “Untuk menjawab rasa penasarannya.”
Ada satu foto yang sangat mengesankan Machmud. Potret itu diambil di Candi Prambanan. Dalam gambar, Fadhil terlihat rileks, mengenakan kaos kuning. Tangan kanannya merangkul Machmud dan tangan kirinya mendekap erat sang adik. “Ini momen saya bersama Fadhil yang paling berharga,” ujar dia sembari menunjukkan foto yang disimpan di ponselnya tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Kamis 20 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Ranking FIFA ASEAN Cup 2026 menempatkan Indonesia di peringkat 118, di atas Malaysia dan Singapura tetapi masih di bawah Thailand dan Vietnam
Melalui program GO! NEXT 2026, FiberStar menggelar forum diskusi bertajuk The Future of Education Technology di Jogja pada 19 Agustus 2026.
Apple memangkas lebih dari 200 posisi di tim Siri dan Vision Pro saat perusahaan mengalihkan sumber daya ke pengembangan AI.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan berbagai pilihan transportasi bagi masyarakat yang ingin mengunjungi BNI wondrX 2026 di ICE BSD
Thai Honda meluncurkan New Honda Monkey EX Custom Edition bergaya balap BAJA di Thailand dengan harga 121.900 baht atau sekitar Rp66 juta.