Suasana jalur pedestrian Malioboro sore hari terlihat dipadati kendaraan, Selasa (3/4/2018). (Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi)
Harianjogja.com, JOGJA-Kemacetan di Jogja semakin padat setiap harinya. Salah satu wisatawan mengeluhkan ketenangan mereka saat berkunjung ke Jogja karena suara kendaraan di Malioboro membuat suasana perbincangan menjadi terganggu. Meskipun begitu, tingkat kebisingan di Jogja masih dinilai normal.
Salah satu wisatawan asal Batam Ersa Alistya mengatakan, saat macet suara kendaraan di Malioboro terkadang mengganggu pendengarannya. "Bising saat weekend, kalau di ruang terbuka harus bicara lebih keras agar lawan bicara dengar," kata Tania kepada Harianjogja.com saat duduk santai di kursi kawasan pedestrian Malioboro.
Rekan Ersa yang ikut berlibur cuti pekerjaan selama lima hari ini, Dita, mengatakan hal serupa. Namun pada hari biasa seperti saat ini, kebisingan tak terlalu dirasakan. Dia hanya merasa bising saat libur paskah beberapa hari lalu.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Suyana mengatakan, jika dirata-rata per harinya selama 24 jam, tingkat kebisingan Jogja masih dalam batas wajar. "Berapa desibel saya belum cek angkanya, tapi yang saya tahu ya masih normal," kata Suyana saat dihubungi Harianjogja.com.
Terkait titik-titik terbising di Jogja Suyana mengatakan, hal tersebut tergantung momentum. Biasanya Jogja mencapai tingkat kebisingan tinggi di kawasan-kawasan yang sering digunakan untuk demo seperti titik nol kilometer dan tugu. "Kalau tingkat polusi juga masih wajar kok," kata Suyana.
Penekanan tingkat kebisingan menurut Suyana salah satunya bisa dilakukan dengan normalisasi kepadatan lalu lintas dengan rekayasa lalu lintas. Terkait hal tersebut DLH Kota Jogja selalu berkoordinasi dengan Dinas PU. "Penanaman dan perawatan pohon di jalan kota juga salah satu upaya," kata Suyana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.