Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Direktur PDAM Bantul Yudi Indarto. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, BANTUL – Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Bantul akan mendapatkan hibah sebesar Rp4,5 miliar dari Pemerintah Pusat. Dana hibah ini bisa dicairkan apabila dapat merealisasikan sambungan rumah (SR) baru untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 1.500 pelanggan.
Direktur PDAM Bantul Yudi Indarto mengatakan, untuk mendapatkan dana hibah Rp4,5 miliar, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan menyiapkan calon penerima bantuan dari keluarga MBR. Total ada 1.500 pelanggan baru, namun yang diusulkan ke Pemerintah Pusat sebanyak 1.650 calon pelanggan.
“Sudah kita usulkan dan tinggal dilakukan verifikasi,” kata Yudi kepada wartawan, Selasa (3/4/2018).
Menurut dia, setelah verifikasi dan validasi calon penerima bantuan, langsung akan dilakukan pemasangan SR baru. Rencananya pemasangan tersebut ditarget selesai pada Juli mendatang. “Setelah data penerima turun langsung akan kami lakukan pemasangan,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Yudi, program MBR sudah dilakukan sejak 2015 lalu dan akan dilaksanakan hingga 2019 mendatang. Timbal balik dari program ini, PDAM di setiap tahun akan mendapatkan hibah dari Pemerintah Pusat.
“Untuk tahun ini alokasi hibah untuk PDAM Bantul sebesar Rp4,5 miliar,” katanya lagi.
Selain pemasangan SR baru sebanyak 1.500 pelanggan dari kalangan keluara kurang mampu, PDAM Bantul tahun ini juga menargetkan tambahan 1.500 pelanggan dari kelas reguler.
“Saat ini kami punya 2.900 pelanggan, jadi di akhir tahun nanti jumlah pelanggan kami meningkat menjadi 32.000 sambungan rumah,” ungkapnya.
Anggota Komisi B DPRD Bantul Suradal mengatakan, program pemasangan SR baru untuk keluarga kurang mampu harus terus disosialisasikan sehingga informasi tersebar ke masyarakat secara luas. Menurut dia, semakin banyak warga yang mengetahui program ini maka semakin bagus dan proses memberikan pelayanan air bersih ke masyarakat semakin maksimal.
“PDAM tidak perlu khawatir karena dengan program MBR akan mendapatkan pengganti berupa dana hibah yang mencapai miliaran rupiah,” katanya.
Menurut dia, hibah yang diberikan oleh Pusat dapat digunakan pengembangan infrastruktur untuk mendukung dalam peningkatan kualitas pelayanan yang dimiliki. “Semua sudah ada aturannya jadi dana hibah yang diberikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” imbuh Politikus PKB ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.