SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
foto ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Harianjogja.com, JOGJA-Pelanggaran parkir di bahu jalan masih saja terjadi meski petugas sudah kerap menertibkan.
Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Bimbingan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Sugeng Sanyoto mengatakan meski sudah ditertibkan, pengawasan dan pembinaan kepada para juru parkir (jukir) tetap dilakukan. Tetapi permasalahan parkir masih saja terjadi.
Itu belum termasuk penindakan terhadap Jukir yang bertugas tidak sesuai
peruntukan surat tugasnya. "Masih kami temukan pelanggaran. Harusnya parkir hanya satu sap tapi mereka tumpuk dua sap," katanya, Kamis (5/4/2018).
Dia mengatakan titik-titik lokasi yang kerap ditemukan pelanggaran parkir di bahu jalan tersebar di beberapa jalan. Seperti di jalan Prof Johanes, Jalan C. Simanjuntak, Jalan Cik Di Tiro, jalan Lempuyangan dan juga kawasan titik Nol Km Jogja. “Tak jarang belasan kendaraan ditilang setiap kali operasi dilakukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
YouTube memperketat rekomendasi untuk remaja guna mengurangi paparan berulang konten standar tubuh dan penampilan tertentu.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.