Endank Soekamti hingga Superman Is Dead Bakal Ramaikan Rebelfest 2026, Ini Jadwalnya
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
Jenazah almarhum Prof Setiadji saat disemayamkan di Balairung UGM, Jumat (6/4/2018)./Ist/Humas UGM)
Harianjogja.com, SLEMAN- Guru Besar FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Setiadji meninggal dunia di usia ke-81 tahun, pada Kamis (5/4/2018). Almarhum dikenal sebagai pakar matematika yang banyak memberikan sumbangsih keilmuan untuk Indonesia.
Penghormatan terakhir dilakukan seluruh civitas academica UGM kepada almarhum dilaksanakan di Balairung UGM, sebelum disemayamkan di pemakaman UGM Sawitsari, Jumat (6/4/2018).
Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan, UGM kembali kehilangan salah satu putra terbaik atas meninggalnya Prof Setiadji. Almarhum merupakan guru besar emeritus di Fakultas MIPA.
"Kami merasa kehilangan, duka yang mendalam atas kepergian almarhum. Saya berharap keluarga bisa menerima dengan tabah dan ikhlas," terangnya dalam rilis kepada Harianjogja.com, Jumat.
Panut menambahkan almarhum merupakan guru besar emeritus yang telah banyak berkontribusi bagi UGM dan bangsa Indonesia. Pemikiran almarhum menjadi rujukan baru pengembangan ilmu matematika di Indonesia. Almarhum tidak saja piawai berhitung, namun juga mampu memecahkan masalah dengan tanpa mengesampingkan keilmuan lain.
“Matematika bukan terbatas pada ilmu berhitung tapi juga memecahkan masalah tanpa menghilangkan peran ilmu lainnya,” kata Panut.
Wakil pihak keluarga Amir Ma’ruf mengatakan almarhum meninggal pada usia 81 tahun dengan meninggalkan satu istri, lima putra-putri dan 10 cucu. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada UGM atas penghormatan yang diberikan serta selama almarhum tinggal di kawasan Bulaksumur.
“Terima kasih kepada Rektor dan seluruh keluarga besar UGM atas penghargaan dan penghormatan yang diberikan selama almarhum mengabdi di UGM maupun tinggal di kawasan Bulaksumur," ucap Amir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.