Paku Alam X Dorong Seluruh Jamaah Haji DIY Gunakan E-Paspor
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengusulkan seluruh jamaah haji DIY menggunakan e-paspor untuk mempercepat layanan imigrasi dan meningkatkan kenyamanan.
Jenazah almarhum Prof Setiadji saat disemayamkan di Balairung UGM, Jumat (6/4/2018)./Ist/Humas UGM)
Harianjogja.com, SLEMAN- Guru Besar FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Setiadji meninggal dunia di usia ke-81 tahun, pada Kamis (5/4/2018). Almarhum dikenal sebagai pakar matematika yang banyak memberikan sumbangsih keilmuan untuk Indonesia.
Penghormatan terakhir dilakukan seluruh civitas academica UGM kepada almarhum dilaksanakan di Balairung UGM, sebelum disemayamkan di pemakaman UGM Sawitsari, Jumat (6/4/2018).
Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan, UGM kembali kehilangan salah satu putra terbaik atas meninggalnya Prof Setiadji. Almarhum merupakan guru besar emeritus di Fakultas MIPA.
"Kami merasa kehilangan, duka yang mendalam atas kepergian almarhum. Saya berharap keluarga bisa menerima dengan tabah dan ikhlas," terangnya dalam rilis kepada Harianjogja.com, Jumat.
Panut menambahkan almarhum merupakan guru besar emeritus yang telah banyak berkontribusi bagi UGM dan bangsa Indonesia. Pemikiran almarhum menjadi rujukan baru pengembangan ilmu matematika di Indonesia. Almarhum tidak saja piawai berhitung, namun juga mampu memecahkan masalah dengan tanpa mengesampingkan keilmuan lain.
“Matematika bukan terbatas pada ilmu berhitung tapi juga memecahkan masalah tanpa menghilangkan peran ilmu lainnya,” kata Panut.
Wakil pihak keluarga Amir Ma’ruf mengatakan almarhum meninggal pada usia 81 tahun dengan meninggalkan satu istri, lima putra-putri dan 10 cucu. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada UGM atas penghormatan yang diberikan serta selama almarhum tinggal di kawasan Bulaksumur.
“Terima kasih kepada Rektor dan seluruh keluarga besar UGM atas penghargaan dan penghormatan yang diberikan selama almarhum mengabdi di UGM maupun tinggal di kawasan Bulaksumur," ucap Amir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengusulkan seluruh jamaah haji DIY menggunakan e-paspor untuk mempercepat layanan imigrasi dan meningkatkan kenyamanan.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.