Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Suasana Jalan Suroto, Kotabaru Selasa (17/4/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA-Penataan trotoar di sepanjang Jalan Suroto, Kotabaru segera dilakukan. Langkah tersebut dilakukan untuk menguatkan citra kawasan cagar budaya Kotabaru yang unik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jogja Agus Tri Haryono mengatakan, sejak dahulu Kotabaru terkenal dengan kawasan indis bergaya kolonial. Kawasan ini memiliki keunikan sebagai garden city.
Pemkot Jogja, katanya, segera melakukan revitalisasi kawasan ini. Sepanjang jalan ini nantinya akan dijadikan kawasan pedestrian. Dana yang disediakan berasal dari Dana Keistimewaan sebesar Rp9,5 miliar.
"Saat ini paket pekerjaan fisik pedestrian Jalan Suroto sudah masuk lelang. Sesegera mungkin pengerjaan fisik dilakukan," kata Agus, Rabu (18/4/2018).
Agus menjelaskan, revitalisasi dilakukan dengan menata trotoar di sepanjang jalan tersebut. Dari semula hanya memiliki lebar 1,1 meter menjadi 2,1 meter. Tidak hanya itu, di sepanjang jalan tersebut juga menambah sejumlah street furniture seperti bangku dan tiang listrik untuk membangun suasana kawasan indis.
"Pelebaran trotoar tidak akan mengurangi lebar jalan atau menggunakan persil milik warga tetapi dilakukan dengan mengubah saluran air hujan," jelasnya.
Saluran air hujan yang semula terbuka pada bagian atasnya akan ditutup menjadi trotoar. Bangunan trotoar akan dilengkapi dengan guiding block untuk memberikan kenyamanan bagi penyandang disabilitas. Guiding block bahkan akan dibuat menyambung meskipun berada di dalam gang.
"Rencana penataan tidak hanya pada trotoarnya sebagai kawasan untuk pedestrian tetapi juga terhadap taman atau boulevard yang ada di tengah jalan itu," ujarnya.
Jika DPUKP menata jalur pedestrian, maka proyek revitalisasi taman akan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. Dijelaskan Agus, rencananya pot tanaman di sepanjang boulevard akan dibuat lebih rendah dan tidak dilakukan pemotongan pohon perindang. Di \'boulevard\' juga akan diberi tambahan fasilitas pendukung seperti kursi dan lampu.
Sayangnya, penataan taman tersebut belum dapat dilakukan tahun ini kecuali pemkot mendapat Danais tambahan pada anggaran perubahan nanti. "Kalau perencanaan revitalisasi baik pedestrian maupun taman kami lakukan bersama-sama antara DPUPKP dengan DLH," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.