Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Suasana Jalan Suroto, Kotabaru Selasa (17/4/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA-Penataan trotoar di sepanjang Jalan Suroto, Kotabaru segera dilakukan. Langkah tersebut dilakukan untuk menguatkan citra kawasan cagar budaya Kotabaru yang unik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jogja Agus Tri Haryono mengatakan, sejak dahulu Kotabaru terkenal dengan kawasan indis bergaya kolonial. Kawasan ini memiliki keunikan sebagai garden city.
Pemkot Jogja, katanya, segera melakukan revitalisasi kawasan ini. Sepanjang jalan ini nantinya akan dijadikan kawasan pedestrian. Dana yang disediakan berasal dari Dana Keistimewaan sebesar Rp9,5 miliar.
"Saat ini paket pekerjaan fisik pedestrian Jalan Suroto sudah masuk lelang. Sesegera mungkin pengerjaan fisik dilakukan," kata Agus, Rabu (18/4/2018).
Agus menjelaskan, revitalisasi dilakukan dengan menata trotoar di sepanjang jalan tersebut. Dari semula hanya memiliki lebar 1,1 meter menjadi 2,1 meter. Tidak hanya itu, di sepanjang jalan tersebut juga menambah sejumlah street furniture seperti bangku dan tiang listrik untuk membangun suasana kawasan indis.
"Pelebaran trotoar tidak akan mengurangi lebar jalan atau menggunakan persil milik warga tetapi dilakukan dengan mengubah saluran air hujan," jelasnya.
Saluran air hujan yang semula terbuka pada bagian atasnya akan ditutup menjadi trotoar. Bangunan trotoar akan dilengkapi dengan guiding block untuk memberikan kenyamanan bagi penyandang disabilitas. Guiding block bahkan akan dibuat menyambung meskipun berada di dalam gang.
"Rencana penataan tidak hanya pada trotoarnya sebagai kawasan untuk pedestrian tetapi juga terhadap taman atau boulevard yang ada di tengah jalan itu," ujarnya.
Jika DPUKP menata jalur pedestrian, maka proyek revitalisasi taman akan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. Dijelaskan Agus, rencananya pot tanaman di sepanjang boulevard akan dibuat lebih rendah dan tidak dilakukan pemotongan pohon perindang. Di \'boulevard\' juga akan diberi tambahan fasilitas pendukung seperti kursi dan lampu.
Sayangnya, penataan taman tersebut belum dapat dilakukan tahun ini kecuali pemkot mendapat Danais tambahan pada anggaran perubahan nanti. "Kalau perencanaan revitalisasi baik pedestrian maupun taman kami lakukan bersama-sama antara DPUPKP dengan DLH," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.