Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Kondisi bangunan usai diterjang puting beliung di Jogja, Selasa (24/4/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Puluhan rumah di Gendeng Baciro Gondokusuman rusak terkena angin puting beliung, Selasa (24/4/2018). Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Menurut Ishardika Aril, warga Baciro, pusaran angin kencang terlihat sejak pukul 14.00 WIB. Angin yang bertiup kencang kemudian membentuk pusaran. Dia melihat jelas pembentukan pusaran tersebut kemudian merekamnya. Seng, atap hingga asbes beterbangan tersapu angin. "Arahnya dari Barat terus ke Timur berkeliling di langit Baciro. Itu kondisinya masih belum hujan," katanya di lokasi kejadian.
Kondisi saat angin terjadi, kata Aril masih cukup cerah. Menurutnya, peristiwa itu baru pertama kali terjadi di Baciro. Beruntung, peristiwa angin kencang tidak berlanjut dan pusaran angin perlahan-lahan mulai menghilang ketika hujan turun.
"Ini baru kali pertama kami alami. Beberapa tahun lalu pernah ada juga puting beliung, tapi di wilayah Lempuyangan," katanya.
Angin tersebut merusak sejumlah properti di kawasan Jalan Ipda Tut Harsono. Beberapa warung di pinggir jalan rusak dan sebagian terbawa angin. Bahkan Galeri Kabul juga ikut porak poranda.
Warung makan di depan Galeri ini, berikut atap garasi yang terbuat dari galvalum hilang tersapu angin. "Kerugiannya sekitar Rp50 juta. Itu atap galvalum saya sampai terbang. Untung tidak ada yang luka-luka," kata Kabul Wijiharno pemilik Galeri Kabul.
Kencangnya angin juga merobohkan sejumlah pohon di Kampus APMD Jogja. Meski jam belajar mengajar masih berlangsung, namun tidak ada korban luka muapun jiwa dalam peristiwa itu. Bahkan relawan dibantu mahasiswa ikut membersihkan pohon-pohon yang tumbang di kampus tersebut.
Dampak angin juga dirasakan puluhan warga RT 85-86 RW 20 di Gendeng Gondokusuman. Puluhan rumah di sebelah Timur jalan Ipda Tut Harsono ini mayoritas mengalami kerusakan pada bagian atapnya. Selain merusak atap rumah, kaca dan jendela, sejumlah pohon di sekitar lokasi juga ikut tumbang.
"Warga bersama para relawan langsung melakukan evakuasi. Kami mendirikan Posko Pengaduan korban terdampak bencana angin. Ini untuk mendata rumah-rumah warga yang terkena angin," kata Santoso, relawan Gondokusuman.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Agus Winarto mengatakan seluruh personel TRC BPBD Kota Jogja dan semua relawan turun langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Menurutnya, kerusakan yang paling banyak didominasi pada bagian atap rumah. "Tidak ada korban jiwa ataupun luka. Kami masih terus lakukan pendataan (assesment) tapi rumah yang rusak diperkirakan lebih dari 20 unit," katanya.
Dia mengakui jika bencana angin tersebut baru pertama terjadi di Baciro. Dampak angin, kata Agus tidak terlalu parah karena ekor pusaran (angin) tidak sempat ke bawah. "Belun sempat ke bawah, hujan turun. Ini keberuntungannya. Untuk sementara, kami beri bantuan terpal untuk kerusakan atap rumah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 lewat gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.
Polri menangkap buron judi online FP di Thailand dan memulangkannya ke Indonesia. Kasus ini terkait tiga situs dengan transaksi Rp1 triliun.
Changan Nevo Q05 hadir dengan teknologi pintar, fitur keselamatan, motor listrik 120 kW, serta harga mulai Rp339 juta.
Pemkab Kulonprogo dan Bank BPD DIY digitalisasi retribusi wisata, pasar, dan parkir untuk memperkuat PAD dan transparansi transaksi.
Kantor imigrasi baru direncanakan hadir di Gunungkidul pada 2027. Pemkab menyiapkan lahan 2.000 meter persegi beserta gedung.