Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Bambu Fashion Karnaval yang merupakan bagian salah satu acara Festisaka 2018 di Wanawisata Budaya Mataram Mangunan di Kecamatan Dlingo, Sabtu (21/4/2018). /Ist-Dokumen Panitia
Harianjogja.com, BANTUL– Fashion Bambu Karnaval ikut menyemarakan kegiatan Festival Kesenian Alam Terbuka (Festisaka) 2018 digelar di Wanawisata Budaya Mataram Mangunan di Kecamatan Dlingo, Sabtu (21/4/2018).
Diharapakan dengan festival ini kerajinan bambu di wilayah Desa Muntuk bisa berkolaborasi dengan keberadaan wisata sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan dapat diwujudkan.
Acara bambu fashion show sendiri dimulai sekitar pukul 15.30 WIB, ratusan perempuan dengan membawa ketongan mengiringi lima peragawati yang didandani dengan pakaian beraksesoris dari pohon bambu. Rombongan ini berjalan dari sentra Pasar Kerajinan Bambu Muntuk menuju kawasan wisata Lintang Sewu.
Pengelola wisata Lintang Sewu, Purwo Harsono mengatakan, pihaknya antusias dengan penyelenggaraan Festisaka 2018. Pasalnya, kegiatan ini selain mengenalkan obyek wisata di kawasan Mangunan, juga sebagai upaya menggali potensi kerajinan yang ada. “Kebetulan di daerah sini yang terkenal adalah kerajinan bambu sehingga dilaksankaan bambu fashion show,” katanya, Sabtu.
Menurut dia, pasca penyelenggaraan acara fashion show, pengelola sudah membuat sebuah showroom untuk mewadahi hasil kerajinan bambu yang dibuat warga. “Sudah kami siapkan. Jadi nanti bisa dijadikan salah satu tempat untuk membeli cinderamata pengunjung yang datang ke kawasan Mangunan,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata DIY Aria Nugrahadi. Menurut dia, kegiatan Festisaka 2018 tidak hanya menampilkan berbagai pertunjukan seni keroncong. Namun juga ada kegiatan lain seperti talkshow hingga pelaksanaan bambu fashion karnaval.
“Saya mengapresiasi pelaksanaan fashion show bambu karena menunjukan kreativitas yang menggunakan potensi yang dimiliki. Selain itu, dalam acara juga diselenggarakan pertunjukan musik kentongan yang dimainkan ibu-ibu,” katanya Aria.
Menurut dia, potensi pengembangan wisata tidak hanya berbasis pada keindahan alam. Namun keberadaannya dapat dikolaborasikan dengan kearifan lokal yang dimiliki warga setempat.
“Jadi pengembangan tidak melulu hanya keindahan alam. Contohnya di sini [Lintang Sewu], pengelola bisa mengkreasikan bambu fashion karnaval.. Mudah-mudahan dengan inovasi ini semua dapat berkembang mulai dari wisata hingga potensi daerah yang dimiliki,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
10 iPhone lawas yang masih layak dipakai pada 2026, lengkap dengan spesifikasi dan kisaran harga bekas per September.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 lengkap dari latihan, kualifikasi, Sprint Race hingga balapan utama. Cek jam tayangnya dalam WIB.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.