Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Bambu Fashion Karnaval yang merupakan bagian salah satu acara Festisaka 2018 di Wanawisata Budaya Mataram Mangunan di Kecamatan Dlingo, Sabtu (21/4/2018). /Ist-Dokumen Panitia
Harianjogja.com, BANTUL– Fashion Bambu Karnaval ikut menyemarakan kegiatan Festival Kesenian Alam Terbuka (Festisaka) 2018 digelar di Wanawisata Budaya Mataram Mangunan di Kecamatan Dlingo, Sabtu (21/4/2018).
Diharapakan dengan festival ini kerajinan bambu di wilayah Desa Muntuk bisa berkolaborasi dengan keberadaan wisata sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan dapat diwujudkan.
Acara bambu fashion show sendiri dimulai sekitar pukul 15.30 WIB, ratusan perempuan dengan membawa ketongan mengiringi lima peragawati yang didandani dengan pakaian beraksesoris dari pohon bambu. Rombongan ini berjalan dari sentra Pasar Kerajinan Bambu Muntuk menuju kawasan wisata Lintang Sewu.
Pengelola wisata Lintang Sewu, Purwo Harsono mengatakan, pihaknya antusias dengan penyelenggaraan Festisaka 2018. Pasalnya, kegiatan ini selain mengenalkan obyek wisata di kawasan Mangunan, juga sebagai upaya menggali potensi kerajinan yang ada. “Kebetulan di daerah sini yang terkenal adalah kerajinan bambu sehingga dilaksankaan bambu fashion show,” katanya, Sabtu.
Menurut dia, pasca penyelenggaraan acara fashion show, pengelola sudah membuat sebuah showroom untuk mewadahi hasil kerajinan bambu yang dibuat warga. “Sudah kami siapkan. Jadi nanti bisa dijadikan salah satu tempat untuk membeli cinderamata pengunjung yang datang ke kawasan Mangunan,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata DIY Aria Nugrahadi. Menurut dia, kegiatan Festisaka 2018 tidak hanya menampilkan berbagai pertunjukan seni keroncong. Namun juga ada kegiatan lain seperti talkshow hingga pelaksanaan bambu fashion karnaval.
“Saya mengapresiasi pelaksanaan fashion show bambu karena menunjukan kreativitas yang menggunakan potensi yang dimiliki. Selain itu, dalam acara juga diselenggarakan pertunjukan musik kentongan yang dimainkan ibu-ibu,” katanya Aria.
Menurut dia, potensi pengembangan wisata tidak hanya berbasis pada keindahan alam. Namun keberadaannya dapat dikolaborasikan dengan kearifan lokal yang dimiliki warga setempat.
“Jadi pengembangan tidak melulu hanya keindahan alam. Contohnya di sini [Lintang Sewu], pengelola bisa mengkreasikan bambu fashion karnaval.. Mudah-mudahan dengan inovasi ini semua dapat berkembang mulai dari wisata hingga potensi daerah yang dimiliki,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.