Hari Jadi Gunungkidul ke-187, Sejumlah Pejabat dan Masyarakat Ziarah ke Makam Mantan Bupati

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Rabu, 09 Mei 2018 11:37 WIB
Hari Jadi Gunungkidul ke-187, Sejumlah Pejabat dan Masyarakat Ziarah ke Makam Mantan Bupati

Bupati Gunungkidul, Badingah lakukan prosesi tabur bunga di makam mantan bupati Gunungkidul, almarhum KRT Hardjo Hadinagoro./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Memperingati hari jadi Kabupaten Gunungkidul ke-187, sejumlah pejabat pemerintahan kabupaten dan warga masyarakat lakukan ziarah ke salah satu makam mantan bupati Gunungkidul di Dusun Pilangrejo, Desa Pilangrejo, Nglipar, Selasa (8/5/2018).

Ziarah dilakukan di makam mantan bupati Gunungkidul periode 2001-2005 KRT Hardjo Hadinagoro atau lebih dikenal dengan nama Yoetikno. Terlepas dari kasus hukum yang pernah dijalani almarhum, semasa hidupnya almarhum merupakan salah satu inisiator pembangunan Universitas Gunungkidul Yogyakarta (UGKY) pada 2001 silam. Pria ini meninggal dunia pada 2012 di usia 64 tahun akibat komplikasi penyakit diabetes.

Acara ziarah yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung khidmat. Iringan doa dihantarkan segenap hadirin. Sejumlah pejabat dan warga tampak tertunduk. Beberapa di antarnya ada yang berlinang air mata.

Ketua rombongan ziarah yang juga anggota Panitia Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-187 Sumedi mengatakan, dilangsungkannya ziarah ini sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang pernah membangun Gunungkidul menjadi lebih baik. "Selain kami mengirim doa ke almarhum, acara ini secara simbolis menggambarkan penghormatan kami kepada beliau," ucapnya, Selasa.

Sumedi menambahkan, sosok Yoetikno diharapkan bisa menjadi contoh para generasi ke depan untuk mau bekerja keras dan mampu membangun Bumi Handayani lebih baik. "Semoga generasi mendatang bisa menjadi lebih amanah dan meniru sosok beliau," imbuhnya.

Sementara itu Bupati Gunungkidul Badingah tidak banyak berkomentar. Orang nomor satu di pemerintahan Gunungkidul itu lebih banyak diam dan menghayati prosesi ziarah yang dilangsungkan dengan tabur bunga tersebut.

"Intinya dengan adanya ziarah ini sebagai bentuk menjaga silaturahmi dengan keluarga. Selain itu ada doa yang kami kirimkan untuk almarhum dan kemajuan Gunungkidul," ucap Badingah.

Di hari yang sama, ziarah juga dilakukan di sejumlah makam mantan Bupati Gunungkidul, di antaranya R.T. Pontjodirjo dan Sumpeno Putro di Ponjong; lalu Pandji Hardjodipuro, Semanu dan Ki Demang Wonopawiro, Piyaman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online