Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Asap membubung di puncak Gunung Merapi, Jumat (10/5/2018) pagi./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA- Setelah sempat erupsi pada Jumat pagi (11/5/2018), kondisi Gunung Merapi berangsur normal.
Hujan abu di radius lima kilometer dari puncak juga sudah reda. Masyarakat diimbau tidak panik.
Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Danang Samsurizal mengatakan pada pukul 09.44 WIB rekaman seismik Gunung Merapi sudah kembali landai. Saat ini kondisi gunung tersebut berstatus normal.
Dikutip dari sitrep yang dirilis Pusdalops BPBD DIY, sebelumnya pada pukul 07.43 WIB, Gunung Merapi erupsi dengan durasi kegempaan lima menit dan ketinggian kolom 5.500 meter di atas puncak. Kemudian pada pukul 08.54 WIB erupsi yang terjadi bersifat freatik atau didominasi uap air. Erupsi hanya berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan.
Danang menambahkan, pada pukul 09.35 WIB, di radius lima kilometer dari puncak, hujan abu sudah reda. Pada pukul 09.40 WIB, radius diturunkan jadi dua kilometer.
"Pengungsian barak Purwobinangun kurang lebih 190 jiwa. Warga Serumen dievakuasi ke Glagaharjo. Warga Kalitengahlor dievakuasi ke Pasar Butuh. Warga Kalitengahkidul dievakuasi ke barak Kuripan. Warga Kinahrejo dan Ngrangkah dievakuasi ke barak Umbulharjo," kata Danang melaporkan kondisi terkini warga sekitar Gunung Merapi.
Ia mengimbau masyarakat tidak panik dengan erupsi Gunung Merapi. Jika warga terpaksa mengungsi, dipersilakan mengungsi ke tempat yang sudah disediakan. "Tetap tenang. Sambil menunggu update informasi dari petugas."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Jakarta Garuda Jaya menghadapi Foolad Sirjan Iranian pada perempat final AVC Champions League 2026 Putra malam ini di Pontianak.
Amerika Serikat membebaskan deposit visa bagi sebagian penonton Piala Dunia 2026 dari negara tertentu pemegang tiket resmi.
Meta menguji fitur Meta AI di Threads yang memungkinkan pengguna bertanya langsung soal tren dan berita viral seperti Grok di X.
Polisi mengungkap identitas salah satu kerangka manusia yang ditemukan di Sungai Bedog Bantul, korban diketahui bernama Sumadi.
Veda Ega Pratama siap tampil di Moto3 Barcelona 2026 dengan peluang besar menembus tiga besar klasemen dunia