Gelar FKP, Disdikpora Bantul Siapkan Standar Layanan Peminjaman Stadion
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pantai Samas, Bantul./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL- Rencana Pemerintah Kabupaten bantul menata kawasan pantai selatan menjadi lebih modern belum banyak diketahui warga. Bahkan pembangunan kota mirip Pattaya Thailand di kawasan Baros-Samas juga belum ada sosialisasi.
"Kami tidak tahu konsep pembangunan pantai akan seperti apa?," kata Ratmanto, salah satu warga Dusun Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Jumat (18/5/2018). Ia mengaku rencana penataan pantai hanya mengetahui dari media.
Ratmanto berharap rencana penataan pantai segera disosialisasikan kepada masyarakat supaya masyarakat tidak kaget ketika nantinya bakal banyak investor yang masuk dan mendirikan banyak usaha di wilayahnya. Saat ini, warga Baros khususnya sebagian besar kesehariannya dihabiskan di sawah, laut, dan pantai.
Kehidupan masyarakatnya juga masih tradisional. Mereka masih asing dengan tempat-tempat hiburan. Padahal hiburan ini menjadi salah satu ciri yang menghidupkan kota dan dapat menarik banyak investor. "Tapi kalau disosialisasikan, disampaikan kepada masyarakat jika tujuan penataan untuk kesejahteraan masyarakat mungkin masyarakat juga bersedia ditata," ujar Ratmanto.
Ia juga belum mengetahui apa saja yang akan di bangun di wilayahnya sebagai tuntutan pantai modern. Hanya, Ratmanto berharap pembangunan pantai tetap mempertahankan tradisi yang ada di kampung. Ia tidak ingin daerahnya disulap menjadi daerah yang bebas seperti di negara-negara barat.
Warga Baros sampai Samas, kata dia, masih mengedepankan nilai-nilai agama dan adat istiadat, termasuk dalam tata cara berpakaian.
Kepala Desa Titrohargo, Supriyatna juga mengaku belum ada informasi yang masuk terkait investor yang sudah tertarik berinvestasi di wilayahnya. Ia mengatakan pembangunan kota mirip Pattaya masih dalam tahap perencanaan sehingga belum bisa disosialisasikan kepada warga.
Ia meyakini ketika sudah ada konsep yang matang rencana penataan tersebut, masyarakatnya mendukung karena penataan tersebut juga untuk kepentingan masyarakat dalam menyambut adanya bandara baru di Kulonprogo. "Sekarang konsepnya kan masih disiapkan. Kami juga belum tahu detailnya," ujar Supriyatna.
Rencana pembangunan kota mirip Pattaya sedang dibuat masterplannya. Dalam penataan tersebut nantinya semua bangunan di kawasan sempadan pantai akan dihilangkan sehingga pemandangan wisatawan ke arah pantai menjadi luas. Penertiban bangunan sempadan pantai ini akan dilakukan di Paris 1 (Parangtritis-Depok) dan Parangtritis 2 (Depok ke barat hingga Samas).
Pemerintah Kabupaten Bantul mengklaim sudah ada 10 investor yang tertarik menanamkan modalnya di kota mirip Pattaya tersebu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pemkab Bantul menggandeng BSI untuk memperkuat layanan perbankan dan pemberdayaan UMKM. Ada sekitar 100.000 UMKM yang telah terdata.
KPK meminta Nusron Wahid kooperatif setelah absen dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN.
Survei BI mencatat IKK September 2026 berada di level 118,1, turun 7,1 poin dari Januari, tetapi masih berada di zona optimistis.
Sebanyak 290 pekerja di Bantul terkena PHK hingga September 2026. Disnakertrans menyiapkan pendampingan dan perluasan kesempatan kerja.
Diseminasi Doktor UKDW mendorong inovasi lintas ilmu melalui beragam penelitian di bidang kesehatan, lingkungan, bisnis, teknologi, dan desain untuk pembangunan