Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Alat berat dikerahkan untuk memperbaiki dan melebarkan jalur Imogiri-Dlingo di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, D.I.Yogyakarta, Jumat (18/5). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta meminta bus besar agar untuk sementara ini tidak melintas jalur Imogiri-Mangunan, Bantul, D.I. Yogyakarta. Jika masih ada sopir bus yang tetap nekat naik maka yang bersangkutan harus mau menanggung sendiri setiap risiko yang terjadi.
“Kalau ada yang nekat silakan saja, tapi kalau terjadi kecelakaan harus ditanggung sendiri,” kata Aris kepada wartawan, Jumat (18/5/2018).
Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat dishub mengambil kebijakan mengimbau agar bus-bus besar tidak melalui jalur Imogiri-Mangunan. Selain kondisi jalan yang menanjak, juga dikarenakan lebar jalan yang relatif sempit sehingga sangat rawan kecelakaan.
Aris menambahkan, proses pelebaran jalan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY mencapai dua meter juga belum menyelesaikan masalah, khususnya untuk kendaraan besar. Kendati lebar telah ditambah namun masih tetap rawan, baik kemacetan maupun kecelakaan.
“Berdasarkan kajian yang kami lakukan, bus besar bisa saja naik dari Imogiri ke Mangunan, tapi dengan syarat jalur dibuat searah. Tapi kebiajakan itu sangat sulit terealisasi jika melihat kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakan Aris, solusi terbaik bagi bus besar yang ingin mengantarkan wisatawan ke kawasan Mangunan yakni dengan memarkirkan bus di wilayah Imogiri. Selanjutnya, wisatawan diantarkan menggunakan transportasi pendukung menuju ke lokasi wisata.
“Kalau tidak bus besar bisa tetap naik ke kawasan Mangunan, tapi syaratnya harus melalui jalur utara lewat Patuk baru menuju lokasi,” imbaunya.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Bantul Anjar Arintaka Putra mengatakan, untuk mengakomodasi kebijakan pelarangan bus besar naik ke Mangunan dari Imogiri, Dishub berencana membangun Terminal Tipe C Imogiri. Kawasan terminal ini membentang dari depan Puskesmas Imogiri hingga Pasar Imogiri. Lokasi tersebut sangat mendukung pengembangan wisata di wilayah Imogiri, Dlingo, dan sekitarnya.
Lokasi terminal yang akan dibangun termasuk strategis dan memiliki luasan yang memadai. Terminal ini setidaknya dapat menampung sekitar 50 bus pariwisata, angkutan desa, hingga kendaraan shuttle pengangkut wisatawan menuju sejumlah objek wisata. “Terminal tidak hanya untuk bus pariwisata, tapi juga diperuntukan bagi kendaraan angkutan umum lainnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Rusia memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 demi menjaga pasokan domestik dan menstabilkan harga bahan bakar.
Harga emas Antam hari ini, Minggu 26 Juli 2026, masih stagnan. Emas 1 gram bertahan Rp2.612.000, sementara buyback tetap Rp2.352.000.
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.