Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Gunung Merapi berstatus waspada, Selasa (22/5/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN- Naiknya status Gubung Merapi dari level normal ke waspada sejak terjadi letusan Senin membuat warga sekitar lereng Merapi waspada. Setiap malam, selain ronda, sebagian barak pengungsian digunakan oleh warga untuk titik kumpul.
Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) Yoga Nugroho mengatakan hingga kini belum ada (perintah) untuk melakukan pengungsian. Hanya saja, warga di beberapa desa pada malam hari mengamankan diri di titik kumpul.
"Ini dilakukan secara mandiri. Warga yang berada di titik kumpul didampingi TRC BPBD dan para relawan," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (23/5/2018).
Dia menegaskan, situasi di lereng Merapi masih kondusif. Meski begitu, FKKRS stand by di Posko Utama Pakem selama 24 jam hingga waktu yang belum ditentukan.
"Hanya sebagian warga desa yang berada di barak pengungsian. Utamanya penduduk rentan seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak anak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kimi Antonelli tak terkejut Ferrari dan McLaren mendominasi GP Hungaria 2026. Lando Norris merebut pole position pertamanya musim ini.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.