Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Ilustrasi aksi buruh./JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dari sekitar 1.570 perusahaan yang beroperasi di Kota Jogja, hanya sekitar 200 perusahaan yang memiliki serikat pekerja (SP). Bahkan sekitar 60% perusahaan di antaranya juga belum memiliki peraturan perusahaan.
Kepala Bidang Kesejahteraan dan Hubungan Industrial Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (KUKM Naketrans) Jogja Rihari Wulandari mengatakan keberadaan serikat pekerja (SP) masih dianggap negatif oleh perusahaan. Hal itu terjadi lantaran perusahaan-perusahaan tersebut tidak memahami betapa pentingnya keberadaan SP.
"Sebagian besar masih menilai terganggu dengan keberadaan SP," kata Rihari di kantornya, Rabu (23/5/2018).
Banyaknya perusahaan yang tidak memiliki SP, menurutnya bisa jadi masalah jika sewaktu-waktu muncul persoalan di internal perusahaan. Idealnya memang lembaga kerja sama bipartit dalam satu perusahaan perlu dibentuk.
"SP itu bukan saingan perusahaan. Tetapi menjadi forum komunikasi antara pekerja dan manajemen. Perusahaan yang memiliki lebih 10 karyawan sudah bisa membentuk SP," katanya.
Karena itu pemerintah terus membina perusahaan agar segera memberikan ruang untuk SP. Jika tidak maka perusahaan sendiri bakal kerepotan.
"Biasanya kalau ada persoalan di internal perusahaan baru sadar untuk membentuk SP. Masih banyak yang kurang paham menilai keberadaan SP," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.