Gunungkidul Dapat Rp8 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Ilustrasi pengelolaan sampah/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL – Persoalan sampah menjadi masalah serius yang harus diselesaikan Pemerintah Kabupaten Bantul. Pasalnya volume sampah terus bertambah setiap harinya hingga mencapai ratusan ton.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup Bantul mencatat setiap harinya produksi sampah mencapai 600 ton. Jumlah ini merupakan akumulasi sampah yang dihasilkan oleh seluruh masyarakat di Bumi Projotamansari.
Kepala DLH Bantul Masharun Ghazalie membenarkan jika masalah sampah harus diselesaikan. Menurut dia, jumlah sampah yang dihasilkan sudah besar karena jumlahnya mencapai 600 ton per hari.
“Angka ini muncul karena setiap orang menghasilkan sampah 0,7 kilogram per hari jadi. Jadi kalau diakumulasi keseluruhan, maka sampah yang dihasilkan di bantul setiap harinya mencapai 600 ton,” kata Masharun, Minggu (3/6/2018).
Dia mengungkapkan, penanganan sampah bukan perkara mudah. Terlebih lagi, kata Masharun, dari sisi personel dan alat pengangkut masih kurang karena jumlah petugas kebersihan baru 300 orang dan armada truk pengangkut sampah baru ada 16 unit. “Idealnya untuk petugas ada 600 orang dan truk pengangkut ada 60 unit,” katanya.
Ia menjelaskan, dampak dari kekurangan personel dan sarana prasaran berakibat pada pengangkutan sampah. Masharun mengakui, bahwa pengangkutan butuh waktu lebih dari satu hari. “Dengan kondisi yang ada, maka sampah di Bantul tidak bisa diangkut dalam sehari langsung tuntas,” katanya.
Menurut dia, salah satu solusi mengatasi sampah adalah dengan membuang sampah pada tempatnya sehingga tidak menimbulkan polusi. Oleh karenanya, ia berharap partisipasi dari masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih. “Kami imbau untuk buang sampah pada tempatnya dan nanti akan diambil oleh petugas kebersihan,” ungkapnya.
Ketua Komisi C DPRD Bantul Wildan Nafis berharap agar masalah sampah harus ditangani dengan serius. Pasalnya, selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, pemkab juga telah mencanangkan program Bantul Bebas Sampah 2019.
Menurut dia, dengan program ini merupakan komitmen pemkab untuk menjaga kebersihan wilayah Bantul dari masalah sampah. Oleh karenanya, persoalan sampah harus benar-benar ditangani dengan benar sehingga tidak menimbulkan dampak buruk di masyarakat.
“Kami sangat mendukung program Bantul Bebas Sampah 2019. Sebagai buktinya, kami di dewan telah menyetujui penambahan anggaran di DLH dari Rp17 miliar di 2017 meningkat menjadi Rp28,5 miliar di tahun ini,” kata Wildan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 30 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.