Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Sejumlah truk pengangkut air bersih mulai bertolak dari kantor BPBD Gunungkidul menuju wilayah kekeringan untuk lakukan dropping air bersih, Wonosari, Senin (4/6/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kerusakan sejumlah pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dituding jadi salah satu biang bertambahnya jumlah wilayah penerima bantuan air bersih di Gunungkidul.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, pada tahun lalu tercatat delapan kecamatan mencakup 18 desa menjadi sasaran bantuan air bersih. Sementara untuk tahun ini bertambah menjadi sembilan kecamatan mencakup 36 desa.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto mengaku permasalahan tersebut terjadi lantaran adanya kerusakan dua pompa di sumber air Bribin yang belum dapat beroperasi.
Hal serupa juga dialami di wilayah sumber air Pantai Baron. Alasannya pompa dengan kapasitas debit air rendah untuk pengaliran di dataran tinggi kurang maksimal. "Dalam waktu dekat ini akan kita ganti dengan pompa air dengan kapasitas tinggi, karena sebenarnya Bribin dan Baron ini merupakan saling terkondisi, untuk Bribin sendiri dalam proses pengerjaan," ujar Isnawan, Selasa (5/6/2018)
Isnawan mengatakan permasalahan air cukup kompleks, mulai dari lokasi geografis yang berbeda, ada yang membutuhkan bentang pipa yang panjang. Usia pipa yang semakin tua memicu semakin rentannya pipa. Selain itu tidak stabilnya daya listrik, memicu kerusakan mesin pompa.
Disinggung mengenai kerusakan di wilayah Hargosari, Isnawan mengungkapkan PDAM sudah mengupayakan dengan menambah sumber air pasokan dari wilayah Wilayu 2 dengan debit air 6,7 per detik. Besar harapan air tersebut bisa masuk dengan lancar ke daerah yang membutuhkan.
"Dengan terpasangnya dua mesin pompa di Bribin dan Baron yang ditambahkan debitnya harapanya tentu wilayah di daerah Tepus dan Rongkop yang dari Baron itu bisa lebih lancar, disamping Baron sendiri harus bisa memenuhi kebutuhan di Paliyan," ujarnya.
Seperti diberitakan, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki sempat mengatakan ada sejumlah masalah, salah satunya di pipa PDAM yang rusak di Kecamatan Saptosari. “Itulah kenapa mereka jadi minta bantuan ke kami. Padahal sebelumnya mereka mampu mandiri menyediakan air bersih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.