DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Sebuah tangki pengangkut air sedang melakukan pengisian di salah satu sumber yang berada di pinggir Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kalurahan Giriasih, Purwosari, Selasa (7/4/2026). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Warga Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari, mulai membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian. Harga air yang didatangkan menggunakan tangki berkisar Rp150.000 per sekali kirim.
Lurah Giripurwo, Supriyadi, mengatakan kondisi ini sudah terjadi sejak akhir Maret 2026. Penampungan air hujan milik warga banyak yang mulai mengering, sehingga tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Di tempat kami sulit ditemukan sumber air, sehingga saat hujan jadi andalan untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan saat kemarau harus membeli dari tangki pengangkut air,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Sumur Bor Banyak Gagal
Upaya penyediaan air bersih melalui program sumur bor, kata Supriyadi, belum sepenuhnya berhasil. Dari delapan titik pengeboran yang dilakukan tahun lalu dengan bantuan Tentara Nasional Indonesia, hanya dua yang berhasil mengeluarkan air.
“Sisanya terjadi kegagalan. Karena memang sumber air di tempat kami sangat jarang,” katanya.
Meski ada sumur bor yang berhasil, kapasitasnya belum mampu melayani seluruh warga. Di Padukuhan Widoro misalnya, satu sumur hanya bisa mencukupi kebutuhan empat RT, sementara 11 RT lainnya masih kesulitan air.
Warga Terpaksa Beli Air
Seiring berkurangnya cadangan air hujan, warga mulai mengandalkan pasokan air dari tangki. Bahkan, Supriyadi mengaku turut membeli air untuk kebutuhan keluarganya.
“Setelah Lebaran sudah membeli dua tangki. Untuk harga dipatok Rp150.000 per tangki,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera menghadirkan solusi, terutama karena jaringan pipa PDAM sebenarnya sudah tersedia sejak 1998, namun hingga kini belum berfungsi.
“Sempat ada pengeboran sumber di kawasan Laut Bekah dan berhasil, tapi airnya payau sehingga tidak bisa didistribusikan ke masyarakat,” jelasnya.
Pemkab Optimalkan Sungai Bawah Tanah
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengoptimalkan sumber air dari Sungai Bawah Tanah Baron. Potensi air di kawasan tersebut mencapai 2.000 liter per detik, namun saat ini baru dimanfaatkan sekitar 57 liter per detik.
“Anggaran untuk optimalisasi memang besar karena mencapai Rp125 miliar, tapi kami sudah mengajukan ke Pemerintah Pusat agar dibantu sehingga akses air bersih bagi warga semakin lancar,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.