Warga sekitar Merapi yang langsung mengungsi usai erupsi, Jumat (1/6/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana mengatakan, jawatan yang ia pimpin sudah menyiapkan rencana aksi sebagai respon dari aktivitas Gunung Merapi yang meningkat.
Menurutnya, saat ini BPBD DIY masih dalam posisi mendukung, sebab kendali sepenuhnya masih dipegang Pemkab Sleman. Dukungan yang diberikan di antaranya adalah logistik dan relawan.
Salah satu hal penting yang perlu dilakukan dalam status waspada ini, lanjut Biwara adalah edukasi masyarakat bahwa erupsi yang terjadi tidak terlalu mengancam.
"Padahal kan permukiman paling dekat lima kilo dari puncak, tapi setiap kali letusan selalu turun. Sebenarnya kan aman. Ini ada kaitannya dengan gemuruh. Asumsi kita, kalau ada gemuruh besar ada material besar yang akan naik, padahal ini sebenarnya gas. Kalau magmatik dan padat suaranya kan enggak kayak gitu. Pemahaman itu yang perlu disampaikan," ucap Biwara.
Namun meskipun begitu, setiap fungsi akan dilayani sebisa mungkin. Biwara menjelaskan, kondisi Gunung Merapi yang tidak menentu menuntut pelayanan \'nafas panjang\'.
Sebab, tak seperti erupsi 2010 yang dampaknya jelas, situasi saat ini masih cenderung naik turun. "Memang tidak berharap seperti itu [erupsi 2010] sih. Baiknya memang kecil-kecil gini. Lama tak apa."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.