Arus Mudik, Dinkes Bantul Siapkan 9 Posko Kesehatan

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 11 Juni 2018 11:10 WIB
Arus Mudik, Dinkes Bantul Siapkan 9 Posko Kesehatan

Bupati Suharsono meninjau kesiapan armada ambulans yang akan digunakan untuk perayaan Hari Raya Idulfitri di halaman Dinas Kesehatan Bantul, Rabu (6/6)./Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Kesehatan (dinkes) menyiagakan sembilan posko kesehatan selama libur Hari Raya Idulfitri. Rincian pendirian posko, empat titik berada di jalur wisata dan lima titik lainnya di jalur jalan raya.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Maya Sintowati Pandji mengatakan pendirian posko kesehatan merupakan bagian kesiapsiagaan untuk antisipasi selama libur Lebaran. Menurut dia, ada sembilan titik yang didirikan posko. “Ada 300 personel yang diterjunkan selama posko kesehatan didirikan,” kata Maya kepada wartawan, Minggu (10/6/2018).

Dia menjelaskan pendirian posko terbagi dalam dua titik. Yakni titik jalan raya terdapat lima posko, dengan rincian pendirian di pos timur jembatan Srandakan, Pelayanan Terpadu Pasar Seni Gabusan, Ring Road Timur, Piyungan dan Bantul Kota. Sementara itu, empat posko lain didirikan di kawasan wisata meliputi pos Puskesmas Pembantu (Pustu) Mangunan, Pantai Goa Cemara, Parangtritis dan Pantai Baru.

Rencananya untuk posko kesehatan di jalan raya dioperasikan mulai H-3 hingga H+5 Lebaran. Sedang untuk posko di jalur wisata dioperasikan mulai H+1 hingga H+5. Menurut Maya, posko kesehatan di jalur wisata didirikan setelah Lebaran karena tren peningkatan kunjungan terjadi setelah perayaan di hari H.

“Meski telah menetapkan jadwal pengoperasian, tetapi keberadaan posko juga sangat situasional dan disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.

Untuk kesiapsiagaan saat libur Lebaran, Dinkes tidak hanya mendirikan posko, tetapi juga mengerahkan 68 unit ambulans. Armada itu disiapsiagakan untuk membantu saat terjadi insiden selama liburan.

“Ambulans dipersiapkan saat terjadi peristiwa kegawatdaruratan untuk mobilitas korban menuju rumah sakit guna mendapatkan perawatan lanjutan,” ucap dia.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Bantul Agus Triwidiantara menambahkan pendirian posko selain untuk memberikan fasilitas kesehatan, juga sebagai upaya mengendalikan penyakit dan risiko kesehatan pada arus mudik dan arus balik. Diharapkan keberadaan pos dapat menurunkan peristiwa kesakitan, kecacatan hingga kematian selama pengoperasian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online