Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Pemudik sepeda motor. /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Perhubungan Bantul memetakan sedikitnya ada enam titik jalan rawan macet selama libur Lebaran di tahun ini. Untuk mengantisipasi kemacetan sudah dipersiapkan rekayasa arus lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta mengatakan enam jalur rawan macet ini meliputi Jalan Wates, Wonosari, Parangtritis, Bantul, Imogiri Timur serta Jalan Srandakan, tepatnya di depan Pasar Mangiran. Menurut dia, potensi kemacetan yang terjadi dikarenakan meningkatnya volume kendaraan selama arus mudik maupun balik.
“Sudah jadi tradisi saat Lebaran banyak warga yang pulang kampung sehingga berdampak terhadap naiknya volume kendaraan di jalanan,” kata Aris, Senin (11/6/2018).
Dia menjelaskan potensi macet tidak hanya disebabkan karena meningkatnya volume kendaraan. Namun kemacetan juga terjadi karena aktivitas di masyarakat seperti di jalan depan Pasar Mangiran. Sesuai tradisi yang terus dilaksankaan selama Lebaran, yakni di H-1 sampai H+5 akan ada pasar malam Lebaran. Oleh karena itu, para pemudik dengan mobil kecil untuk menghindari jalur ini dan memilih jalur alternatif di barat pasar menuju utara sampai di Colai, tepatnya timur Pasar Mangiran.
Untuk bus besar disarankan menggunakan jalur Srandakan-JJLS menuju Samas hingga sampai di Palbapang. Sedang untuk pengguna jalan dari arah timur dapat menggunakan jalur alternatif di jalan lingkungan SD timur Pasar Mangiran ke selatan hingga barat pertigaan pasar.
“Rekayasa di depan Mangiran hanya satu dari enam rekayasa yang kami persiapkan untuk menyambut libur Lebaran di tahun ini,” ujarnya.
Persiapan rekayasa arus, Dishub tidak hanya menempatkan personel untuk pemantauan. Namun sebelum pelaksanaan, juga telah melakukan berbagai persiapan seperti pengecekan dan perbaikan rambu-rambu lalu lintas jalan, marka jalan, alat pemberi isyaran lalu lintas hingga alat pengedali dan pengaman jalan. Selain itu, tim juga menyediakan water barrier 80 buah, traffic cone 300 buah dan 40 buah rambu portable petunjuk arah yang dipersiapkan untuk alat bantu rekayasa arus lalu lintas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.
Festival Dolanan Bocah Suryodiningratan di Jogja melibatkan 100 anak untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan gadget.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.