38 Jembatan di Gunungkidul Mulai Rusak, Perbaikan Dikebut
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Ilustrasi Pemilu 2019/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL-KPU Bantul menggelar kelas demokrasi di tiga desa. Kegiatan ini dilaksankaan untuk mewujudkan pemilu yang cerdas, partisipatif, dan bermartabat.
Tiga desa yang menggelar kelas demokrasi di antaranya Desa Dlingo, Sumbermulyo, dan Guwosari. Ketiga desa pelopor demokrasi pun siap mewujudkan pemilu yang cerdas dan bermartabat.
Anggota KPU Bantul Titik Istiyawatun Khasanah mengatakan, kelas demokrasi di tiga desa sudah dilaksanakan dan ditutup pada Jumat (22/6/2018). Di dalam kelas ini dibentuk kelompok untuk melakukan kajian dan analisa proses demokrasi dan kepemiluan di masing-masing desa. “Para peserta sangat antusias dalam kegiatan kelas demokrasi,” kata Titik kepada wartawan, Jumat kemarin.
Menurut dia, antusiasme ini terlihat dalam diskusi untuk menggali permasalahan dan mencari solusinya. Di dalam forum itu juga banyak masukan berkaitan dengan proses demokrasi di desa, salah satunya menyangkut partisipasi pemilih dalam pemilu. “Sangat bagus karena kegiatan ini juga sebagai upaya membangun kesadaran tentang pemilu,” ungkapnya.
Titik pun berharap, hasil dari kegiatan kelas demokrasi, para peserta dapat menularkan apa yang diperoleh selama kegiatan berlangsung ke masyarakat sehingga kesadaran tentang pentingnya pemilu semakin meningkat. “Kelas demokrasi yang digelar hanya salah satu bagian sosialisasi dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih. Di Pemilu 2019, kami menargetkan partisipasi pemilih sebanyak 82%,” ujarnya.
Anggota KPU Bantul Didik Joko Nugroho menambahkan, tindak lanjut dari penyelenggaraan kelas demokrasi para peserta akan dijadikan kader demokrasi dan kepemiluan. Ketiga desa pun bersepakat untuk membentuk forum pelopor demokrasi. “Mudah-mudahan pembentukan forum ini dapat membantu KPU dalam upaya mensosialisasikan gelaran Pemilu 2019,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.