Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi sapi./IST
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Peternak sapi lokal atau peranakan ongole (PO) di Kabupaten Gunungkidul dipusingkan dengan harga jual sapi yang rendah di pasaran. Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Suseno Budi tidak menampik ihwal rendahnya harga jual sapi lokal. Namun, menurutnya hal itu wajar sebab perbedaan sapi lokal dan impor memang kentara.
Adapun pemilihan sapi lokal sebagai fokus pembibitan untuk para peternak lantaran mudahnya adaptasi di lingkungan yang ada. Berbeda dengan sapi impor semacam ras metal yang terkadang sulit beradaptasi.
"Kadang sapi impor juga sulit bunting. Terutama ternak yang sudah silang. Jadi kurang bagus [untuk dikembangkan]," kata Suseno, Minggu (24/6/2018).
Di Gunungkidul sendiri terdapat 25 kelompok peternak sapi lokal yang tersebar di Kecamatan Playen dan Kecamatan Wonosari.
Hingga saat ini Gunungkidul memiliki sekitar 150.000 sapi atau 50% dari total populasi sapi di DIY yang mencapai 310.000 ekor sapi. Dari seluruh populasi sapi yang ada di Gunungkidul 30-40% di antaranya merupakan lokal atau PO.
Hal ini dikarenakan di Gunungkidul, secara geografis maupun tipe memungkinkan sapi jenis PO untuk hidup dan berkembang. Keunggulan sapi PO dibandingkan dengan sapi peranakan lainnya yang sesuai dengan iklim di Gunungkidul adalah kemudahannya beradaptasi serta memiliki daya tahan lebih kuat. Sapi PO juga bisa bereproduksi lebih baik serta tidak boros makanan.
Kendati demikian Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul tidak memaksa para peternak untuk hanya mengembangkan sapi lokal saja. Di luar pembibitan para peternak dipersilakan mengembangkan sendiri. "Untuk silang dengan sapi metal maupun limosin silakan, tapi tetap fokus di sapi lokal," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.