Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Rumah terancam longsor akibat abrasi di bantaran Sungai Oya di Desa Sriharjo, Imogiri, Senin (25/6/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL --Dampak Badai Cempaka yang terjadi di akhir November 2017 lalu masih meninggalkan sisa. Salah satunya terlihat di kawasan Sungai Oya, Desa Sriharjo, Imogiri. Hingga sekarang abrasi sungai yang hampir mengenai perumahan warga belum tertangani dengan baik karena belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.
Salah seorang warga Sriharjo, Sutarno berharap agar kerusakan yang terjadi akibat banjir bandang di akhir tahun lalu bisa segera diperbaiki. Menurut dia, hingga saat ini upaya pemulihan belum berjalan optimal karena sejumlah titik masih dibiarkan rusak.
“Harapannya segera diperbaiki karena jika sampai musim hujan lagi kerusakannya bisa tambah parah,” katanya kepada wartawan, Senin (25/6/2018).
Menurut dia, pascakejadian warga sudah kerja bakti untuk membersihkan sisa-sisa banjir. Hanya, untuk yang berkaitan dengan fisik berharap ada bantuan dari pemerintah. “Kami sudah berupaya, tetapi untuk bisa seperti semula [sebelum banjir] juga butuh bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Tri Bayu Aji saat dikonfirmasi Senin, mengakui penanganan pascabencana belum menyasar ke seluruh tempat. Dia berjanji tidak akan membiarkan sejumlah rumah di tepi Sungai Oya hanyut terbawa banjir.
Oleh karena itu, BBWS secepatya bakal menurunkan tim untuk melihat kondisi di lapangan sebelum langkah darurat diambil. “Harapannya pada musim penghujan mendatang rumah warga sudah aman disinggahi,” katanya.
Menurut dia, untuk penanganan Sungai Oya, sudah mengajukan ke Pemerintah Pusat. Namun dikarenakan keterbatasan anggaran, upaya pemeliharaan tidak terealisasi. “Kami tetap akan berusaha dan mudah-mudahan perbaikan bisa segera dilaksanakan,” ucapnya.
Anggota DPR My Esti Wijayanti mengaku sudah mendegar keluhan warga terkait longsor di sekitar bantaran Sungai Oya yang mengancam rumah warga. Dia berharap pemerintah baik itu kabupaten maupun provinsi bisa memberikan respons untuk perbaikan.
“Kalau belum ada anggaran di APBD murni, bisa dimasukkan ke APBD Perubahan. Yang terpenting, upaya perbaikan harus tetap dilaksanakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.