92.055 Warga Gunungkidul Terdampak Kekeringan, Tepus Wilayah Terparah
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Subadi, salah seorang petani di Desa Kebonagung mengolah sawah untuk persiapan masa tanam ketiga, Kamis (28/6/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Memasuki masa tanam ketiga, jumlah luasan lahan padi mengalami penyusutan. Menurut Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul kondisi ini merupakan hal yang wajar karena penanaman dipengaruhi ketersediaan air.
Kepala DP2KP Bantul Pulung Haryadi juga mengatakan penyusutan luas tanaman padi di masa tanam ketiga ini tidak membuat khawatir dinas karena stok padi diklaim aman. Bantul mengalami surplus sebanyak 15.000 hingga 20.000 ton per tahun.
“Penyusutan itu sudah biasa dan tidak masalah. Biasanya kalau di masa tanam kesatu dan kedua, luas lahan bisa mencapai 1.500-2.000 hektare. Di masa tanam ketiga maksimal lahan tinggal 1.000 hektare,” kata Pulung kepada wartawan, Kamis (28/6/2018).
Menurut dia, ketersediaan air menjadi kunci penanaman padi. Oleh karena itu, petani tidak perlu memaksakan harus menanam padi jika ketersediaan air tidak memadai.
“Kalau di daerah yang masih memiliki cukup air, menanam padi bukan masalah. Namun kalau di daerah kering bisa dialihkan untuk tanaman palawija atau yang lain,” ujarnya.
Disinggung mengenai ketersediaan stok bahan pangan, Pulung mengaku tidak ada masalah meski ada penyusutan lahan untuk masa tanam ketiga. Dia mengklaim stok beras tidak akan terganggu karena mengacu pada hasil panen di tahun-tahun sebelumnya.
“Masih aman karena Bantul memiliki surplus beras per tahun sebanyak 15.000-20.000 ton. Jadi, saat ada penyusutan lahan di masa tanam ketiga tidak menjadi masalah karena tidak berpengaruh terhadap target yang dicanangkan,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang petani di Desa Kebonagung, Imogiri, Subadi mengakui sedang mempersiapkan lahan yang dimiliki untuk menanam padi ketiga kalinya di 2018. Menurut dia, ketersediaan air yang melimpah membuat wilayahnya bisa panen padi setahun tiga kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Polresta Sleman mengonfirmasi Transhome telah melaporkan kebakaran ke Polsek Berbah. Penyebab dan kerugian masih dalam penyelidikan.
Presiden FIFA Gianni Infantino memuji Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup dan berharap turnamen serupa kembali digelar di kawasan ASEAN.
Apple dikabarkan menyiapkan acara 13 Oktober 2026 untuk memperkenalkan smart home hub, HomePod mini 2, dan Apple TV 4K baru.
Punya dua nomor BPJS Ketenagakerjaan setelah pindah kerja? Simak cara menggabungkan saldo JHT melalui JMO dan layanan BPJS Ketenagakerjaan.
Pajak mineral bukan logam dan batuan Kulonprogo 2026 baru Rp1,16 miliar dari target Rp2,4 miliar. Warga juga menyoroti aktivitas tambang pasir Sungai Progo.