Magelang Siap Gelar Interhash, Distoria, dan SBY Cup 2026
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Ilustrasi Guru
Harianjogja.com, JOGJA-Ratusan guru yang belum bersertifikat diberikan tambahan penghasilan (tamsil) sebesar Rp250.000 per bulan. Syarat penerima tamsil adalah guru yang mengajar selama 24 jam dan linear sesuai bidang ilmu yang ditekuni saat S1.
Kabid Pendidikan Nonformal dan Informal Disdikpora DIY Yuni Pratiwi menjelaskan, bagi guru yang belum bersertifikat atau belum mendapatkan TPG, pihaknya memberikan tambahan penghasilan (tamsil) Rp250.000 per bulan. Namun, syaratnya pendidikan harus linear dan mengajar 24 jam dalam sepekan. Anggaran itu diberikan kepada penerimanya setiap tiga bulan sekali.
"Masalahnya ada guru bersertifikat yang belum memenuhi 24 jam mengajar, ini malah tidak bisa mendapatkam tamsil dan tidak dapat TPG," ungkapnya, Jumat (29/6/2018).
Ia menambahkan, anggaran tamsil ini diambilkan dana dari APBN, berbeda dengan insentif guru yang berasal dari APBD. Pada 2018, tercatat ada 350 guru dari berbagai jenjang pendidikan yang mendapatkan tamsil. Paling banyak berasal dari guru SMK dan sisanya dari SMA, SMP bahkan hingga SD. Yuni mengakui jumlah penerima tamsil ini terus menurun setiap tahun karena mereka sudah bersertifikat dan dapat mengajukan TPG.
"Kalau sudah dapat TPG tidak boleh mengajukan tamsil, maka jumlahnya menurun, kalau dari SMA itu tinggal 20 guru, berarti sudah banyak yang lulus TPG, SLB ada 31 guru," kata dia.
Adapun syarat pengajuan tamsil antara lain, minimal telah mengajar selama dua tahun, mengajar 24 jam dalam sepekan, linear sesuai bidang keahlian dan aktif mengajar. Yuni menegaskan, meski jumlah penerima tamsil menurun karena sudah beralih ke TPG, tetapi pengajuan tetap bisa dilakukan oleh guru yang memenuhi syarat. Dengan catatan data guru tersebut terekam di data pokok pendidikan (Dapodik) Kemendikbud.
"Tetapi harus memenuhi syarat, mengajar sesuai dengan S1-nya atau linear itu tadi," imbuhnya.
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menambahkan, jumlah guru yang memiliki sertifikat profesi di DIY terus bertambah, bahkan nilai proses Pendidikan Profesi Guru (PPG) guru asal DIY tergolong tinggi. Pada ujian PPG, sebanyak 950 guru asal DIY dinyatakan lolos. Sebanyak 380 di antaranya telah dipanggil untuk mengikuti PPG di berbagai perguruan tinggi daerah dan wilayah lain.
"Setelah PPG, guru harus mengikuti ujian untuk mendapatkan sertifikat pendidik, jika sudah lolos baru bisa mengajukan untuk mendapatkan TPG," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.