Astrid Dorong Solo Jadi Kota Wisata Sekaligus Pusat Pengetahuan
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Pejalan kaki berjalan di sepanjang trotoar Jalan Sudirman, Jogja, belum lama ini./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah penataan kawasan cagar budaya (KCB) Malioboro dan Kotabaru, ke depan Pemkot juga menyiapkan penataan untum KCB lainnya. Salah satunya adalah kawasan Jalan Sudirman hingga ke arah Tugu Pal Putih Jogja.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Edy Muhammad mengatakan ada lima kawasan di Kota Jogja yang berstatus sebagai KCB. Selain Kraton dan Malioboro, wilayah yang berstatus KCB termasuk Pakualaman, Kotabaru dan Kotagede.
Dari kelima KCB tersebut, Pemkot bersama Pemda DIY masih berkonsentrasi melakukan penataan di dua KCB meliputi Malioboro dan Kotabaru. Untuk Malioboro penataan dilakukan dengan konsep semi pedestrian dan masih dikerjakan di sisi barat. "Adapun Kotabaru ditata sebagai kawasan kolonial. Penataan dimulai dengan pelebaran trotoar di Jalan Suroto," katanya, Senin (2/7/2018).
Untuk tahun depan, kata dia, penataan di sekitar Kotabaru akan dilanjutkan di Jalan Sudirman hingga Tugu Pal Putih Jogja di Jalan Margo Utomo. Sama halnya dengan KCB Malioboro dan Kotabaru, penataan lanjutan tersebut menurut rencana juga menggunakan Dana Keistimewaan (Danais).
Menurut dia, Pemda DIY sudah menyepakati rencana penataan di Sudirman karena itu sebagai wilayah pendukung kawasan sumbu filosofi. "Tinggal kepastian dukungan anggaran yang sampai sekarang masih perlu dibahas lebih lanjut. Bisa dianggarkan tahun depan bisa juga tidak. Yang jelas rencana penataan di kawasan itu akan dilakukan,” kata dia.
Sementara untuk KCB Kotagede, Pemkot akan menata fisik pada saluran drainase di kawasan itu. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi genangan air hujan. Sayangnya, untuk penataan lainnya Pemkot belum melakukan persiapan.
"Untuk Kotagede memerlukan pembicaraan lebih dalam karena secara wilayah sebagian KCB berada di Kota Jogja dan sebagian di Bantul," kata dia.
Karena berada di dua wilayah administrasi yang berbeda, maka penataan KCB Kotagede meski bertahap lebih banyak dilakukan oleh Pemda DIY. Tahun depan menurut rencana, Pemda DIY akan melakukan penataan di Pasar Kotagede sementara Pemkot melakukan penataan pada saluran drainase.
Setelah penataan Malioboro, Kotabaru dan Kotagede, nantinya penataan juga akan menyentuh KCB Pakualaman. Penataan yang dilakukan di wilayah KCB tersebut bertujuan untuk mempertahankan KCB sebagai kawasan lindung. “Itu sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah di mana KCB masuk kawasan lindung.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Kapolri Suyudi Ario Seto langsung melakukan mutasi 88 personel setelah dilantik. Sebanyak 23 Pati juga bergeser dan sejumlah Kapolda berganti.
KemenPPPA menegaskan anak terduga pelaku dan anak saksi dalam kasus perundungan hingga tewas di Pemalang tetap harus mendapat perlindungan.
Pemkab Bantul memperpanjang kontrak 3.325 P3K paruh waktu. Sebanyak 10 pegawai tak diperpanjang karena pensiun, mengundurkan diri, kinerja, dan meninggal.
KPK masih menunggu kedatangan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.