Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Ilustrasi pasar daging ayam di Pasar Argosari, Wonosari./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga telur ayam broiler dan cabai rawit merah di Gunungkidul naik tajam. Kenaikan tersebut dinilai dipicu banyaknya kegiatan pernikahan maupun Rasulan di Gunungkidul.
Kepala Seksi Distribusi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Sigit Haryanto mengatakan sebenarnya stok masih mencukupi, untuk telur dan cabai tersebut, namun memang kebutuhan banyak. “Dua kebutuhan pokok naik cukup signifikan, cabai rawit merah, dan telur broiler. Untuk kebutuhan pokok lainnya masih relatif normal, tidak ada kenaikan signifikan,” ujar Sigit, Senin (9/7/2018).
Adapun untuk harga cabai rawit merah saat ini Rp48.000 per kilogram (kg), naik dua kali lipat dari sebelumnya, Senin (2/7) yang masih Rp24.000 per kg. Sementara untuk telur yang sebelumnya Rp23.000 per kg menjadi Rp24.000 per kg. Harga daging ayam broiler, naik Rp1.000 per kg dari pekan lalu menjadi Rp36.000 per kg.
Sedangkan harga cabai merah keriting Rp23.000 per kg, cabai merah biasa Rp24.000 per kg. Sementara untuk cabai rawit hijau yang sebelumnya Rp23.000 per kg naik jadi Rp25.000 per kg.
Kenaikan harga tersebut juga dibenarkan oleh salah seorang pedagang di Pasar Argosari, Wonosari, Hartanti. Menurut dia, kenaikan harga itu terbilang cukup signifikan. “Ya lumayan tinggi naiknya beberapa hari ini sudah mulai naik. Mungkin, karena banyak acara di Gunungkidul setelah Lebaran ini, permintaan banyak, stoknya kan terbatas,” kata dia.
Hartanti mengatakan kemungkinan kenaikan harga tersebut masih akan terjadi beberapa hari atau pekan ke depan, lantaran masih banyak acara besar di Gunungkidul.
Salah satu pembeli, Anik mengatakan mau tidak mau membeli, karena memang dibutuhkan. “Ya karena perlu, mau gimana lagi memang butuh walaupun mahal,” ujar dia. Menurut dia tidak begitu masalah jika kenaikan masih dalam taraf wajar, selain itu jika stok masih banyak tidak masalah. “Tetapi ya kalau bisa lebih murah ya lebih baik pastinya,” kata Anik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.