Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi panen cabai./Harian Jogja-Irwan A.Syambudi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Petani bawang merah diminta untuk tidak tergesa-gesa dalam menjual hasil panennya agar tetap mendapat harga jual yang tinggi.
KepalaDinasPertanian dan Pangan, Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengaku akan terus berusaha mendampingi petani.
Namun, dia tidak bisa bertindak terlalu jauh terkait pengawasan harga pasar. Pasalnya selama ini pasarlah yang menjadi penentu utama harga. "Kalau sekarang harga bawang merah kering Rp22 ribu sampai Rp24 ribu per kilogram," kata dia seusai Panen Raya Bawang Merah di Desa Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul, Jumat (10/8/2018).
Sementara itu terkait dengan hasil panen bawang merah khususnya di kelompok Tani Maju Karanggumuk, Desa Karangrejek, Wonosari, dari pantauan dinas, kelompok tersebut mampu mengolah lahan dan panen raya meski terkendala musim kemarau.
Hal itu terbukti dengan hasil panen yang dinilai Bambang cukup bagus. Tercatat Kelompok Tani Maju Dusun Karanggumuk mampu menghasilkan bawang merah seluas 19,6 hektar. "Hasilnya, dari lahan seluas 3.000 meter persegi, bawang merah sudah ditawar Rp25 juta, tetapi oleh petaninya belum dilepas karena mintanya Rp 30 juta," kata Bambang.
Dia menjelaskan lahan pertanian di desa Karangrejek ini merupakan program Upaya Khusus Bawang Merah dan Cabai (Upaya Babe) Gunungkidul yang alokasinya seluas 60 hektar bawang merah milik 58 kelompok tani di 14 kecamatan se-Gunungkidul. Adapun untuk cabai rawit dan keriting seluas 75 hektar milik 66 kelompok di 13 kecamatan.
Tujuan dari Upsus Babe, kata Bambang adalah menjaga ketersediaan pasokan bawang merah dan cabai di Kabupaten Gunungkidul. "Selain itu juga untuk menekan lojakan harga yang sering terjadi di pasaran," kata Bambang.
Sebelumnya, Bupati Gunungkidul Badingah menganjurkan para petani juga meninjau harga di pasaran. Hal ini untuk menilik kemungkinan harga yang dijual kepada pedagang bisa lebih tinggi daripada di tengkulak.
Badingah juga mengimbau petani untuk tidak menjual ke tengkulak jika memang harga yang ditawarkan tengkulak masih rendah. "Saya berharap kepada petani jangan tergesa dijual, kalau perlu petani survei harga pasar," kata Badingah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.