Kondisi tanggul yang hanyut di Pantai Trisik, Kulonprogo./Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, KULONPROGO- Ketua Kelompok Tani Maju II Trisik Banaran, Suradi mengungkapkan, Pantai Trisik dimungkinkan menjadi pantai yang rawan menjadi lokasi tindak smuggling atau penyelundupan manusia.
Pasalnya, arus perairan di Trisik termasuk landai dan mudah diarungi. Namun sejauh ini, belum pernah ada kasus penyelundupan manusia lewat pantai yang berada di Desa Banaran tersebut. Selama ini, ada 26 kelompok nelayan yang aktif melaut.
"Kami terus meningkatkan kewaspadaan, bila ada yang mencurigakan kami akan melapor ke kepolisian. Kami juga aktif siskamling setiap malam," ungkapnya, belum lama ini.
Ia menuturkan, Pantai Trisik termasuk pantai yang ramai pengunjung, khususnya saat musim liburan dan malam hari terutama Sabtu malam. Di sana, sejumlah pengunjung melakukan beragam aktivitas, salah satunya memancing. Biasanya kelompok ikut ronda di pos yang berada di dekat jalan, berkeliling bergantian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.