DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Calon Wakil Presiden pasangan Capres Prabowo Subianto, Sandiaga Uno saat berfoto bersama dengan warga Aisyiah di rumah kediaman Ketua Umum PP Aisyiah di Dusun Peleman, Tirtonirmolo, Kasihan, Kamis (30/8/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL--Ketua Umum PP Aisyiah Siti Noordjannah Djohatin menegaskan pertemuan dengan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno bukan untuk memberikan dukungan dalam Pilpres 2019. Untuk pemilihan, ia menyerahkan sepenuhnya pada hati nurani warga Aisyiah masing-masing.
“Kami tidak terlibat politik praktis dan untuk 10 juta warga bebas memilih,” kata Siti kepada wartawan, Kamis (30/8/2018).
Menurut dia, bagi pengurus yang ingin menjadi tim atau sukarelawan salah satu pasangan harus mau dinonaktifkan. “Harus nonaktif dari organisasi,” jelas dia.
Meski tidak menyatakan dukungan, di dalam pertemuan yang digelar tertutup, Siti mengaku ada kesamaan program dengan yang diusung oleh Sandiaga sejalan dengan program pemberdayaan yang dimiliki Aisyiah. Program pemberdayaan ekonomi ini menjadi pilar keempat sehingga dapat memberikan masukan lebih konkret dalam pemberdayaan perempuan.
“Selain itu, kami juga memberikan masukan berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan,” kata Siti.
Siti berpesan kepada Sandiaga dan pasangan calon yang lain agar pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman, jujur, penuh kedamaian, sehat dan penuh dengan agenda yang menggembirakan dalam pendidikan politik.
“Kami tidak ingin pilpres tidak memberikan harapan bagi anak muda, bagi masyarakat luas karena menggunakan cara-cara yang tidak baik dan bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama, khususnya agama Islam yang kami anut,” ucapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Sandiaga Uno. Ia menegaskan kedatangan ke Bantul bukan untuk meminta dukungan, tetapi sebatas menjalin silaturahmi dan meminta masukan.
“Yang jelas pemilu harus memberikan harapan yang baik bagi Bangsa Indonesia,” kata dia.
Menurut Sandiaga, Aisyah tidak terlibat politik praktis dan masukan dari Aisyiah selaras dengan visi misi yang dimiliki yang berakitan dengan masalah pemberdayaan perempuan, ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
“Kami juga ingin menciptakan kebutuhan hidup yang terjangkau serta menciptakan lapangan kerja. Untuk pengentasan kemiskinan akan difokuskan di bidang pendidikan sebagai investasi jangka panjang,” ucap mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.
Cek desil bansos 2026 lewat HP menggunakan NIK. Kenali 5 desil prioritas PKH, BPNT, Sembako, dan BLT Kesra Rp900.000.