Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Sejumlah truk pengangkut air bersih mulai bertolak dari kantor BPBD Gunungkidul menuju wilayah kekeringan untuk lakukan dropping air bersih, Wonosari, Senin (4/6/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL --Hingga akhir Agustus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, sudah menyalurkan bantuan dropping air untuk mengatasi kekeringan hampir 2.000 tangki.
Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan saat ini sudah menyalurkan separuh lebih dari anggaran yang ada.
"Sisa anggaran belum kami hitung. Namun untuk jumlah dropping dari APBD sudah mencapai 1.824 tangki sampai akhir Agustus kemarin. Jadi saat ini masih sisa sekitar 1.536 tangki. Satu tangki itu 5.000 liter," ujar Edy, Senin (3/9/2018).
Untuk sejumlah kecamatan yang menganggarkan untuk dropping, Edy mengaku belum mendapat laporan. Sisa tangki yang ada diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sejumlah masyarakat hingga dua bulan kedepan.
Edy mengatakan saat koordinasi dengan pihak provinsi dimungkinkan bulan Oktober baru mulai ada hujan. "Harapannya dapat mencukupi sisa yang ada. Kan ada bantuan swasta juga yang tercatat di BPBD Gunungkidul ada 1.479 tangki," ujarnya.
Ia mengatakan tidak semua yang melakukan dropping berkoordinasi dengan BPBD Gunungkidul, padahal koordinasi itu penting agar bantuan yang diberikan dapat merata dan tepat sasaran.
Saat ini menurutnya belum ada tambahan luas kekeringan setelah laporan terakhir tiga dusun di Saptosari. "Untuk yang paling membutuhkan ada di Kecamatan Girisubo, Tepus, Rongkop, Purwosari dan Panggang," kata Edy.
Sebelumnya Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo mengatakan pihaknya sudah tidak mengelola truk tangki air sejak tiga tahun lalu. Pihaknya mengatakan sudah mengembalikan ke Kabupaten namun saat ini masih berada di Kecamatan.
"Sebenarnya sudah ada PDAM namun beberapa mengalami kerusakan. Ada beberapa padukuhan yang mengeluh kekami terkait tidak mengalirnya air dari saluran PDAM seperti di Legundhi, Krambilsawit," katanya.
Ia mengatakan untuk solusi jangka panjang PDAM harus dibenahi, karena dropping air menurutnya tidak akan menyelesaikan permasalahan kekeringan di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.