Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Tim ORI DIY saat mengecek lokasi tanah yang akan dibangun JJLS di Rejosari, Kemadang, Tanjungsari, Rabu (18/4/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, BANTUL -- Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Bantul Isa Budi Hartomo menilai pembangunan kota baru di pesisir selatan sangat bergantung pada pembangunan bandara baru di Kulonprogo. Selain itu, yang tak kalah penting adalah fasilitas jembatan yang melintasi Sungai Progo dan Opak ikut andil dalam proses percepatan pembangunan.
Menurut dia, selama ini sudah banyak investor yang meninjau lokasi. Namun dari sekian banyak, baru dua investor yang benar-benar tertarik. Sedang mayoritas investor masih dalam posisi menunggu perkembangan.
“Bukan karena ada masalah. Namun investor ada dua tipe. Pertama, investor yang visioner sehingga mereka berani dan nekat dalam berinvestasi. Sedang tipe kedua adalah investor pengikut. Tipe ini baru mau menanamkan modal di saat perkembagnan sudah menunjukan langkah yang positif,” katanya kepada Harian Jogja, Selasa (18/9/2018).
Isa berpendapat keberadaan bandara baru di Kulonprogo bisa menjadi penarik utama. Namun, selama masalah akses di sepanjang jalur jalan lintas selatan (JJLS) belum diselesaikan maka perkembangan tidak akan signifikan.
Dia mencontohkan di sepanjang JJLS yang menghubungkan Bantul dengan Kulonprogo melintas dua sungai besar, yakni Opak dan Progo. Kondisi saat ini, keberadaan JJLS masih terputus karena ketiadaan jembatan di atas dua sungai. “Rencananya 2019 pembangunan jembatan akan dimulai. Mudah-mudahan dengan pembangunan tersebut upaya investasi pembangunan kota baru juga semakin lancar,” katanya.
Untuk pembangunan kota baru mirip Pattaya di Thailand, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang sudah menyelesaikan kajian Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Hasil dari kajian terdapat lokasi tanah seluas 70 hektare yang disiapkan untuk mendukung pembangunan kota baru.
“Nanti di sana dimanfaatkan untuk pembangunan resort, hotel, restoran dan wisata buatan. Yang tak kalah penting di lokasi ini pembangunan juga berstandar internasional,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.