Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi Difabel./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (P3A) akan menyisir dan mendata anggota disabilitas di Bantul. Upaya ini bertujuan untuk memaksimalkan layanan jaminan kesehatan khusus (Jamkesus) bagi warga berkebutuhan khusus.
Kepala Seksi Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia, Dinas Sosial P3A Bantul Iriyanta mengatakan jumlah penyandang disabilitas ada 6.068 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 5.721 orang sudah terlindungi jamkesus dari Pemerintah DIY. “Ada sekitar 300 anggota disabilitas yang belum mendapatkan jamkesus,” katanya kepada wartawan, Kamis (20/9/2018).
Menurut dia, potensi penyandang disabilitas yang belum terdata masih sangat mungkin. Oleh karena itu, untuk memastikan jumlah penyandang disabilitas akan dilakukan pendataan dan penyisiran. Untuk pelaksanaan, Dinas Sosial P3A akan bekerja sama dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di 17 kecamatan.
“Harapannya dengan penyisiran ini maka data pasti penyandang disabilitas di Bantul dapat diketahui secara pasti,” kata dia.
Pendataan penyandang disabilitas diperlukan penyisiran dan cek langsung ke lapangan serta informasi dari desa ke desa.
Sementara data penyandang disabilitas ini terus berubah sehingga diperlukan pembaharuan tiap tahun. Misalnya, seperti pengurangan penyandang disabilitas yang meninggal atau pindah serta penambahan penyandang disabilitas baru.
Iriyanta menjelaskan setelah ada data pasti, maka anggota disabilitas yang belum mendapatkan jaminan akan diajukan ke Pemerintah DIY. Menurut dia, setiap tahun pemerintah provinsi memberikan kuota tambahan untuk pemberian layanan jamkesus. “Ini termasuk yang 300 penyandang yang belum terlidnungi jamkesus kami ajukan untuk anggaran di tahun depan,” ucap dia.
Kepala Dinas Sosial P3A Bantul Eddy Susanto mengatakan untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga kebutuhan khusus Pemkab rutin menggelar cek dan pengobatan gratis. Di tahun ini, layanan dilakukan empat kali. Menurut dia, di tahun ini masih ada satu layanan kesehatan. Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada November nanti berlokasi di Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret.
“Sudah tiga kali kami selenggarakan pelayanan. Untuk penyelenggaraan keempat difokuskan melayani anggota disabilitas di wilayah kecamatan Dlingo, Imogiri, Piyungan dan Pleret,” kata Eddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.