6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Ilustrasi genangan air. /Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA-Pemkot Jogja mengantisipasi terjadinya genangan air selama musim hujan, salah satunya dengan Sumur Persapan Air Hujan (SPAH). Tahun ini, Pemkot membangun sebanyak 1.400 SPAH dalam sistem drainase.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Jogja Agus Tri Haryono mengatakan seluruh drainase yang dibangun tahun ini sudah dilengkapi dengan SPAH. Di antaranya di Jalan Secodiningratan, Jalan Bimosakti, Jalan Babaran, Jalan Soka serta Jalan Kenari.
"Sistem drainase yang dilengkapi SPAH baru digulirkan di Kota Jogja. Kebijakan ini sudah kami dikonsultasikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," katanya, Jumat (28/9/2018).
Menurutnya, SPAH tersebut dibangun setiap 15 meter drainase dengan kedalaman bervariasi. Semakin banyak air hujan yang meresap ke dalam tanah, maka kualitas air bersih di perkotaan juga akan tetap terjaga. Hal itu juga bisa mengantisipasi terjadinya penurunan muka air tanah.
"Tahun depan drainase Jalan Babaran akan kami lanjutkan sampai tuntas. Sirip-sirip di sana juga kami lengkapi dengan SPAH," katanya.
Dengan sistem tersebut, dia berharap air hujan yang mengalir tidak seluruhnya terbuang ke sungai tetapi mampu meresap ke dalam tanah untuk kelestarian lingkungan. Dia menambahkan jika pembangunan drainase dibuat standar dengan untuk jangka waktu antara 15 hingga 20 tahun ke depan. "Mulai dari kapasitas dan fungsinya, kami desain supaya ramah lingkungan," tandasnya, Jumat (28/9).
Terkait jumlah potensi titik genangan di Jogja saat ini masih tersisa 21 titik lokasi. Genangan paling parah terjadi di Jalan Kemasan dan Jalan Mondorakan. Dua ruas jalan di Kotagede itu sebenarnya sudah memiliki drainase namun kapasitasnya masih kecil.
"Setiap terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama satu jam, dua ruas jalan itu menjadi layaknya sungai dadakan," kata Kepala Seksi Peningkatan Perairan dan Drainase (DPUPKP) Jogja Herka Hanung Wijaya.
Dia menyampaikan untuk perbaikannya saluran drainase akan diperbesr ukuranya menjadi 1,5 x 1,5 meter. Lantaran Kotagede masuk kawasan cagar budaya, perbaikan saluran drainase kedua jalan tersebut akan menggunakan Danais DIY. Namun untuk nominal anggaran belum bisa dipastikan karena masih dalam proses koordinasi dengan pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Prabowo menjelaskan Prabowonomics sebagai arah kebijakan ekonomi yang berlandaskan Pasal 33 dan 34 UUD 1945.
Kemenkes mengingatkan bahaya adiksi digital bagi kesehatan jiwa remaja dan mengajak keluarga membatasi penggunaan gawai.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Bulog telah menyerap 3,5 juta ton setara beras hingga 24 Juli 2026 atau 87 persen dari target nasional 4 juta ton.
Pembangunan Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Bantul dimulai dengan pengerasan tanah dan pembangunan akses jalan berkonsep forest campus.