Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Ilustrasi genangan air. /Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA-Pemkot Jogja mengantisipasi terjadinya genangan air selama musim hujan, salah satunya dengan Sumur Persapan Air Hujan (SPAH). Tahun ini, Pemkot membangun sebanyak 1.400 SPAH dalam sistem drainase.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Jogja Agus Tri Haryono mengatakan seluruh drainase yang dibangun tahun ini sudah dilengkapi dengan SPAH. Di antaranya di Jalan Secodiningratan, Jalan Bimosakti, Jalan Babaran, Jalan Soka serta Jalan Kenari.
"Sistem drainase yang dilengkapi SPAH baru digulirkan di Kota Jogja. Kebijakan ini sudah kami dikonsultasikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," katanya, Jumat (28/9/2018).
Menurutnya, SPAH tersebut dibangun setiap 15 meter drainase dengan kedalaman bervariasi. Semakin banyak air hujan yang meresap ke dalam tanah, maka kualitas air bersih di perkotaan juga akan tetap terjaga. Hal itu juga bisa mengantisipasi terjadinya penurunan muka air tanah.
"Tahun depan drainase Jalan Babaran akan kami lanjutkan sampai tuntas. Sirip-sirip di sana juga kami lengkapi dengan SPAH," katanya.
Dengan sistem tersebut, dia berharap air hujan yang mengalir tidak seluruhnya terbuang ke sungai tetapi mampu meresap ke dalam tanah untuk kelestarian lingkungan. Dia menambahkan jika pembangunan drainase dibuat standar dengan untuk jangka waktu antara 15 hingga 20 tahun ke depan. "Mulai dari kapasitas dan fungsinya, kami desain supaya ramah lingkungan," tandasnya, Jumat (28/9).
Terkait jumlah potensi titik genangan di Jogja saat ini masih tersisa 21 titik lokasi. Genangan paling parah terjadi di Jalan Kemasan dan Jalan Mondorakan. Dua ruas jalan di Kotagede itu sebenarnya sudah memiliki drainase namun kapasitasnya masih kecil.
"Setiap terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama satu jam, dua ruas jalan itu menjadi layaknya sungai dadakan," kata Kepala Seksi Peningkatan Perairan dan Drainase (DPUPKP) Jogja Herka Hanung Wijaya.
Dia menyampaikan untuk perbaikannya saluran drainase akan diperbesr ukuranya menjadi 1,5 x 1,5 meter. Lantaran Kotagede masuk kawasan cagar budaya, perbaikan saluran drainase kedua jalan tersebut akan menggunakan Danais DIY. Namun untuk nominal anggaran belum bisa dipastikan karena masih dalam proses koordinasi dengan pihak terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.
Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan calon pekerja migran memilih jalur resmi dan menguasai bahasa asing sebelum bekerja ke luar negeri.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.