6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA-Kepolisian masih mendalami kematian gadis kecil, AMC, 11, warga Tegalrejo. Anak kelas 5 SD tersebut ditemukan meninggal dunia di Sungai Winongo pada Minggu (30/9/2018).
Kompol Ardiansyah, Kapolsek Tegalrejo kepada wartawan mengatakan hingga kini polisi masih mendalami kasus tersebut. Penyelidikan dilakukan karena saat ditemukan terdapat sejumlah luka tubuh korban. "Awalnya, anggota memperoleh informasi dari masyarakat adanya penemuan mayat di Kali Winongo. Kami masih mendalami kasus ini," katanya, Senin (1/10/2018).
Menurut Ardiansyah, secara kasat mata ditemukan luka-luka pada korban. Luka tersebut terlihat di bagian wajah, seperti di bibir. Di bagian bawah mata korban juga tampak lebam dan telinganya saat ditemukan mengeluarkan darah. "Itu yang terlihat," katanya.
Korban ditemukan pukul 14.30 WIB. Kepolisian menduga, korban tewas beberapa jam sebelum ditemukan. Saat ditemukan, karena banyak warga yang datang dan terkait etika akhirnya polisi tidak langsung melakukan pemeriksaan di lokasi. Untuk memastikan apakah korban tewas karena kejahatan, polisi kemudian mengubungi tim identifikasi dari Polresta Jogja sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kalasan.
Terkait kasus tersebut, kepolisian setidaknya sudah meminta keterangan dua hingga tiga saksi. Termasuk saksi yang menemukan mayat pertama kali. "Kami langsung mencari informasi dari saksi-saksi. Sampai saat ini penyidik belum bisa menyimpulkan itu hasil kriminal atau tidak. Kami masih menunggu hasil visum," katanya.
Sejauh ini, polisi juga belum meminta keterangan orang tua. Menurut polisi, orang tua korban masih dalam kondisi terpukul. Sementara, barang-barang korban juga belum dilaporkan ada yang hilang. "Orang tua korban [ibu korban] kerja malam, bekerja di waktu malam. Ibu dan bapaknya informasinya sudah pisah," katanya.
Satinah, 58, warga Tegalrejo mengakui jika ada kejanggalan ketika mengetahui kondisi tubuh korban. Selain ada luka memar di daerah muka, bibir dan hidung berdarah, saat ditemukan kondisi korban dalam telanjang setengah badan. "Kalau [tewas karena] kepleset kok telanjang setengah badan? Celananya juga nggak ada," ujar Satinah kepada wartawan.
Menurut Satinah, korban ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB oleh anak-anak kecil yang tengah bermain di sekitar sungai. Awalnya anak-anak tersebut menganggap mayat tersebut merupakan boneka.
"Anak-anak kemudian memanggil saya. Ayo mbah tilik-tilikane [ayo mbah kita lihat]. Saya lihat boneka kok kakinya putih," kata perempuan yang rumahnya berada di belakang Sungai Winongo itu.
Setelah itu, bersama warga mayat tersebut kemudian dibalik dan warga terkejut ketika diketahui bahwa sosok yang ada di depannya benar-benar mayat. Warga lantas mengumumkan ke warga lain adakah yang kehilangan anak dan diketahui mayat tersebut merupakan AMC. "Sandal korban ditemukan tidak jauh dari lokasi," katanya.
Sebelum kejadian, Satinah mengaku tidak mendengar (keributan) apa-apa. Ia menduga korban sudah tewas sejak subuh atau jauh sebelumnya. "Saya nggak dengar apa-apa, kalau kejadian siang pasti saya tahu [peristiwanya]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"