Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Warga sedang menambang batu di bukit Mengger sisi utara di Dusun Sindet, Trimulyo, Jetis, Bantul, Jumat (12/10/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Diminta berhenti menambang oleh Pemkab Bantul, para penambang batu di Bukit Mengger, Dusun Trimulyo, Jetis, Bantul, menolak. Faktor ekonomi menjadi alasan mereka untuk terus menambang di lokasi itu.
Aktivitas di bukit yang masuk dalam lahan Sultan Grond (SG) itu dilakukan di beberapa sisi seperti Dusun Kembangsongo, Trimulyo, Jetis; Plenting, Wukirsari, Imogiri; Dusun Dahromo, Pleret; dan Sindet, Trimulyo.
Bukit mengger terdiri dari batu dan gamping. Warga sekitar hanya menambang batunya. Di bawah bukit sudah banyak perumahan yang berjejer, selain pemukiman warga. Perumahan tersebut, kata Sukidi baru ada sekitar 1995 lalu, sementara aktifita penambangan sudah puluhan tahun.
Ngadiman, 45, warga Dusun Kembangsongo II mengaku mulai menambang sejak usia 15 tahun. Saat ini ia juga mengikuti ayah dan kakeknya yang sudah lebih dulu menambang batu di Bukit Mengger. Lokasi bukit tepat berada di belakang rumahnya.
Aktivitas penambangan tersebut menjadi mata pencaharian dia dan sejumlah warga sekitar bukit. Dalam sehari penghasilan dari penambangan ia bisa memperoleh Rp300.000. “Paling minim masih dapat Rp100.000. Dengan penghasilan itu, saya mampu menyekolahkan anak saya,” kata dia saat ditemui Harian Jogja di rumahnya, Jumat (12/10).
Dia mengaku ada sekitar 50 kepala keluarga di Dusun Kembangsongo yang menggantungkan hidupnya dari bukit Mengger. Belum termasuk warga di dusun lainnya. Batu-batu hasil tambang itu ia jual ke pengepul di wilayah DIY.
Ngadiman mengakui sejak beberapa bulan terakhir banyak permintaan untuk menghentikan aktifitas penambangan, termauk dari Pemerintah Kabupaten Bantul. Namun pihaknya tetap kukuh pada pendiriannya. "Menambang batu ini pekerjaan kami, lahan penghidupan kami. Kalau disuruh berhenti mau kerja apa. Apa mereka mau menggaji kami," ujar Ngadiman.
Dalam kesempatan sosialisasi yang digelar Pemda DIY dan Pemkab Bantul, Rabu (10/10) malam lalu, Ngadiman pun ngotot tidak akan menghentikan aktivitas penambangannya karena belum ada pekerjaan lain yang bisa diandalkan.
Dia bahkan menuding pihak yang meminta menghentikan aktivitas penambangan itu adalah investor yang ingin mengembangkan wisata di Bukit Mengger yang diakuinya juga bukan dari warga sekitar. “Toh nanti warga juga berhenti [menambang] kalau batu di bukit [Mengger] sudah tidak bisa ditambang [sudah habis],” ucap dia.

Tenaga Ahli Bupati Bantul, Bidang Perekonomian, Bambang Priyambodo mengatakan aktivitas penambangan yang dilakukan warga di bukit mengger tidak berizin. Selain itu aktivitas tersebut dapat merusak lingkungan dan membahayakan bagi warga. "Karena kawasan itu kan masuk jalur sesar opak jika terus ditambang bisa menutupi jejak sesar," kata Bambang.
Dia mengatakan Pemkab Bantul sudah berupaya meminta warga untuk menghentikan penambangan sejak 2016 lalu. Permintaan tersebut merupakan perintah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Namun sampai sekarang masih ada warga yang menambang.
“Saya menyadari penambangan tersebut jadi penghidupan masyarakat sekitar. Namun, menurutnya warga juga harus memahami dampak negatif dari aktifitas penambangan tersebut,” ucap dia.
Kasi Trantib Satpol PP DIY Nur Hidayat berharap polemik yang terjadi di kawasan penambangan yang ada di Trimulyo itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Menurut dia, Pemkab dan Pemdes Trimulyo bisa menjembatani polemik tersebut sehingga tidak ada yang harus dirugikan. “Toh tujuannya kan sama-sama baik,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Tiga dari empat wakil Indonesia di nomor tunggal badminton Asian Games 2026 lolos ke 16 besar. Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Putri KW menang.
Daftar HP Huawei yang mendapat HarmonyOS 7 pada 2026. Ada Mate 80, Mate 70, Pura 90, Nova 16 hingga Mate X7. Cek jadwal dan fitur barunya.
John Herdman mengungkap tekanan yang dirasakannya menjelang Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak komentar dan persiapan Garuda.
Pemkab Bantul memberi perhatian khusus pada enam kalurahan menjelang Pilur 4 Oktober 2026 karena memiliki potensi kerawanan.
Lebih dari 45.000 siswa Jerman berunjuk rasa di 100 kota memprotes pemeriksaan kesehatan dan kebijakan wajib militer baru.