Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. /Suara.com-Adam Iyasa
Harianjogja.com, SLEMAN- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menanggapi penolakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng terhadap pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen. Menurutnya perbedaan pandangan merupakan hal biasa dan akan ada kajian lagi terkait beberapa poin penolakan.
Ganjar mengatakan beberapa pertimbangan yang menjadi penolakan DPRD Jateng yaitu terkait kegempaan, lahan subur, dan pilihan moda transportasi lain. "Dari ketiga pertimbangan itu ayo kita duduk bersama membicarakan terkait kebenaran dan data-data yang akurat, apakah benar faktor kegempaannya, lahan suburnya luas, kalau ada opsi moda transportasi lain kita kaji dan terbuka," jelasnya pada Rabu (17/10/2018).
Ia mengatakan perbedaan pandangan di DPRD merupakan hal yang biasa. Menurutnya, bisa saja perbedaan pendapat itu karena dinamika dan informasi yang kurang lengkap didapat oleh DPRD.
"Makanya kita sinkronkan lagi, karena kuncinya dua yaitu sinkronisasi dan harmonisasi. Jogja sudah setuju, ini juga kan PSN [Program Strategis Nasional]," katanya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Se-Jawa Bali di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta.
Ia akan mengkaji lagi beberapa pertimbangan dari DPRD tersebut dan mengundang pakar untuk membuktikan penolakan dari DPRD tersebut. Menurutnya, data terkait pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen sangat penting untuk dikaji lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.