Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Insiden bendera Cina di HUT Kulon Progo./Foto: Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO- Munculnya bendera China dan Jepang pada HUT Kabupaten Kulonprogo viral di media sosial.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo, yang ke-67 di Alun-Alun Wates pada Senin (15/10/2018) ternodai dengan insiden lontaran parasut berbendera China dan Jepang di atas bendera Merah Putih. Foto dan video peristiwa itu pun viral di media sosial.
Dari video yang beredar, bendera kecil berbahan kertas tersebut tampak terikat pada parasut. Viralnya insiden itu juga diiringi kabar bahwa parasut berbendera tersebut keluar sesaat setelah petasan meledak di udara.
Kejadian itu membuat pejabat di Kabupaten Kulonprogo utamanya Dinas Kebudayaan Kolonprogo saling tuding mengaku tidak ada yang mengetahui insiden itu.
Bupati Kolonprogo, Hasto Wardoyo saat dikonfirmasi menduga insiden itu terjadi bisa jadi karena masuk tahun politik. Namun ia mengaku tidak tahu kembang api yang melontarkan parasut itu terdapat bendera China dan Jepang.
"Maklum di tahun politik apa saja bisa menjadi bahan, jelas kami tidak ada yang tahu sebelumnya jika kembamg api yang dijual kepada kami berisi seperi itu," ujar Hasto saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (18/10/2018).
Atas peristiwa bendera China dan Jepang itu, ia pun meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus tersebut. Jika memang ada unsur kesengajaan, Hasto menyerahkan proses hukum kepada polisi.
"Apakah itu ada unsur kesengajaan dari pembuat itu kamu serahkan kepada pihak berwajib," kata dia.
Diketahui, petasan yang dilontarkan itu sebagai bagian dari peringatan untuk menyemarakkan rangkaian Gelaran Sewu Angguk yang menjadi pemungkas upacara peringatan hari jadi ke-67 Kabupaten Kulonprogo.
Namun saat petasan terlontar terlihat ada bendera Cina dan Jepang berderet di atas bendera Merah Putih. Foto dan video peristiwa itu akhirnya viral di media sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026