Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Kamis 29 Oktober, Cek Lokasinya
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo, Kamis 29 Oktober 2026, termasuk layanan SIM Keliling di Kapanewon Nanggulan.
Salah satu peserta menampilkan macapat di Benteng Vredeburg, Rabu (24/10/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA—Museum Benteng Vredeburg menggelar Lomba Macapat Perjuangan bagi pelajar SMP dan SMA perwakilan dari kabupaten dan kota di DIY, Rabu (24/10). Kegiatan itu sebagai salah satu upaya mengenalkan sekaligus mentradisikan macapat di kalangan generasi muda di era milenial.
Plt Kepala Museum Benteng Vredeburg Zaimul Azzah mengakui tidak mudah untuk membiasakan minat macapat terhadap generasi saat ini atau dikenal dengan era milenial. Pasalnya anak muda lebih familiar dengan budaya luar dan perkembangan teknologi informasi.
Padahal, kata dia, warisan budaya lokal seperti macapat yang seharusnya digeluti karena menyimpan nilai positif. Oleh karena itu pihaknya berupaya konsisten setiap tahun menggelar kompetisi macapat sebagai salah satu wadah untuk menarik minat generasi milenial tampil dengan macapat.
"[Tantangan] Ini tugas kita semua di era milenial, anak jangan hanya tahu budaya luar karena kita punya budaya yang sangat luhur, adiluhung yang harus dilestarikan seperti macapat," katanya di sela-sela acara, Rabu (24/10).
Wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY ini menegaskan, berbagai upaya harus dilakukan untuk melestarikan macapat. Terlebih saat ini tembang macapat telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) dan disertifikatkan oleh Pemerintah Pusat.
Dengan begitu pelestarian harus dilakukan dengan beragam upaya di tengah derasnya perkembangan teknologi. Pelajar menjadi salah satu objek strategis dalam membumikan macapat pada generasi milenial.
"Melalui kompetisi ini kami berusaha menanamkan nilai positif di macapat kepada generasi muda. Generasi muda harus menjadi ujung tombak pelestarian budaya ini ke depannya, sekaligus menguatkan karakter mereka," kata dia.
Pihaknya membatasi jumlah peserta dengan jumlah total 50 pelajar yang sebelumnya telah diseleksi oleh kabupaten/kota. Sehingga para peserta merupakan pilihan yang dinilai terbaik di level kabupaten/kota.
Dia mengakui jumlah itu ke depan perlu ditambah agar gaung macapat lebih meningkat. "Karena keterbatasan anggaran, mungkin ke depan harus ditambah jumlahnya," ujarnya.
Ahmad Rizki Maulana, salah satu peserta lomba macapat mengakui belum lama belajar macapat. Bahkan ia mengikuti lomba tersebut mempersiapkan hanya beberapa pekan terakhir.
Lomba macapat yang diikutinya merupakan pertama kali diikuti meski beberapa kali ia kerap mengikuti lomba menyanyi dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Rizki mengakui tidak mudah dapat menampilkan macapat dengan baik. "Terutama paling sulit itu bagaimana cengkok jawanya itu tepat, enak didengar, itu agak susah," ujar pelajar SMAN 2 Banguntapan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo, Kamis 29 Oktober 2026, termasuk layanan SIM Keliling di Kapanewon Nanggulan.
Newell’s Old Boys dikabarkan menyiapkan rencana memulangkan Lionel Messi ke Argentina pada Januari 2027 melalui opsi peminjaman dari Inter Miami.
Fotografer Thailand Wutimet Bunyasirisith meraih gelar Southeast Asia Open Photographer of the Year 2026 melalui karya panorama aurora borealis di Norwegia.
PHRI DIY mencatat okupansi hotel berbintang 35–45% dan nonbintang 15–25% hingga Oktober 2026, turun 5–10% dibandingkan tahun lalu.
PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
BYD baru menjual kurang dari 4.000 kendaraan di Jepang sepanjang Januari-September 2026. Dominasi merek lokal dan sentimen terhadap China menjadi tantangan.