Pilur Gunungkidul Diramaikan Wartawan dan MC yang Maju Jadi Lurah
Pilur Gunungkidul 2026 diramaikan bakal calon lurah dari berbagai profesi, mulai wartawan hingga MC, di tengah dominasi petahana.
Puluhan pekerja dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Legundi di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Selasa (13/11/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul memiliki sisa anggaran Rp1,02 miliar dari pembangunan Pasar Legundi di Desa Girimulyo, Panggang. Dana Tugas Pembantuan ini pun harus dikembalikan ke Pemerintah Pusat.
Kepala Bidang Pasar, Disperindag Gunungkidul Ari Setyawan mengatakan, dana TP untuk pembangunan pasar Legundi sebesar Rp6 miliar. Namun demikian, pada saat lelang untuk pelaksanaan ada efisiensi anggaran sekitar Rp1,02 miliar. Hal ini terjadi karena proses pengerjaan dan perencanaan pembangunan hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp4,9 miliar.
“Jadi masih ada sisa sekitar Rp1,02 miliar,” katanya kepada wartawan, Minggu (18/11/2018).
Meski ada sisa, Ari mengakui dana tersebut bukan menjadi hak dari disperindag. Ini lantaran sisa dana tersebut akan menjadi sisa lebih anggaran Kementerian Perdagangan selaku pemilik pagu anggaran dana TP. “Sisanya tidak bisa dicairkan dan semua diserahkan ke kemeterian,” ungkap mantan Kasubag Perencanaan Sekretaris DPRD Gunungkidul ini.
Menurut dia, pihaknya sudah berusaha agar sisa dana sebesar Rp1,02 miliar bisa digunakan untuk melengkapi pembangunan Pasar Legundi. Hanya saja, upaya lobi yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
“Awalnya sisa dana digunakan untuk melengkapi fasilitas yang kurang, tapi oleh pihak kementerian tidak bisa karena tidak sesuai dengan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis sehingga sisa dana tetap menjadi milik kementerian,” ungkapnya.
Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto mengakui sisa dana Rp1,02 miliar tak bisa cair bukan menjadi masalah. Pasalnya, yang terpenting proses pembangunan pasar bisa selesai sesuai target sehingga tidak ada kemoloran.
“Dana nanti bisa dicarikan lagi. Yang terpenting kualitas pembangunan pasar harus terus dijaga,” kata Purwanto.
Menurut dia, jika mengacu hasil sidak beberapa waktu lalu, Komisi C menemukan beberapa catatan seperti belum adanya instalasi penangkal petir hingga daya listrik di pasar yang belum memadai. Ia berpendapat kekurangan ini bisa diusulkan di proses penyusunan APBD 2019.
“Listrik dan instalasi petir ini sangat penting, apalgi lokasi pasar yang berada di atas bukit sehingga sangat rawan akan petir. Jadi untuk pemasangan bisa diusulkan melalui APBD kabupaten,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 diramaikan bakal calon lurah dari berbagai profesi, mulai wartawan hingga MC, di tengah dominasi petahana.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman