Tribun GOR Satria Purwokerto Ambruk, 75 Penonton Jadi Korban
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Sampah terlihat menumpuk di anggelan bambu yang dibuat oleh warga di Kecamatan Kalasan, Rabu (5/9/2018). Anggelan yang berfungsi menaikkan debit air di pintu sadap agar air mengalir ke areal pertanian tersebut membuat sampah-sampah berhenti dan menumpuk./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA- Memasuki musim hujan, volume sampah di sepanjang aliran "Selokan Mataram" meningkat. Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) Jogja menyebutkan sampah didominasi sampah rumah tangga.
"Kami sangat menyayangkan belum adanya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di \'Selokan Matarm\', Saat ini volume sampah di sepanjang aliran sangat besar," kata Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) OP III Balai Besar Wilayah BBWS-SO Yogyakarta Ovi Anton Nugroho di Sleman, Senin (19/11/2018).
Ia mengatakan pada musim hujan volume sampah di "Selokan Mataram" jauh lebih banyak daripada biasanya, terutama di aliran mulai dari Maguwoharjo hingga Prambanan, Kabupaten Sleman.
"Memang ada petugas BBWS-SO yang rutin melakukan pembersihan, namun harapkan kami yang terpenting adalah warga tidak membuang sampah ke saluran induk \'Selokan Mataram,\' karena akan sangat menganggu dan berpotensi menimbulkan kerusakan sarana dan prasarana yang ada" katanya.
Pihaknya juga telah mendata semua kerusakan di saluran yang vital fungsinya bagi sektor pertanian tersebut.
"Kami sudah mendata dan menginventarisir kerusakan-kerusakan sarpras di \'Selokan Mataram\' dan kami juga sudah melakukan beberapa perbaikan walaupun memang belum semua kerusakan dapat kami perbaiki," katanya.
Pihaknya belum bisa melakukan semua perbaikan karena terbatasnya anggaran. Proses perawatan dilakukan secara bertahap dan diupayakan berkesinambungan.
"Hanya proses pemeliharaan mulai dari ditata dan pertama dari hulu dahulu baru ke arah hilir, harapannya dalam jangka waktu tertentu nantinya akan bisa menjangkau keseluruhan panjang selokan," katanya.
Kepala Seksi Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Suryantana mengakui masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di "Selokan Mataram".
"Semua itu harus dicari muasal sampah itu, kemudian koordinasikan dengan pemerintah setempat," katanya.
Menurut dia, permasalahan sampah semakin pelik karena keberadaan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di Sleman belum memadai.
"Oleh karenanya banyak sampah berserakan, terutama di sepanjang \'Selokan Mataram\' dan di lahan-lahan kosong di kawasan padat penduduk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tribun VIP GOR Satria Purwokerto ambruk saat Drift Speed Fest. Sebanyak 75 penonton luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Subaru membentuk divisi khusus mobil sport untuk menghidupkan kembali DNA performa yang selama ini identik dengan WRX STI. Penggemar kini menanti gebrakan besar
Timnas Indonesia menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026. John Herdman dan Nadeo Argawinata optimistis Garuda mampu membuka turnamen dengan k
Meta resmi meluncurkan Facebook Verified, fitur verifikasi akun gratis melalui video selfie. Simak cara mendapatkan lencana verifikasi dan perbedaannya dengan M