Banjir Semarang, 313 KK Terdampak dan Lansia Dilaporkan Hanyut
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Ilustrasi Petugas TRC BPBD Jogja/Istimewa-BPBD
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja memanfaatkan kearifan lokal melalui tembang dan dolanan anak untuk mengajarkan penanganan bencana. Hal itu dilakukan dengan bekerja sama dengan Klub Kesenian Anak Sariswara Taman Siswa.
"Untuk saat ini, baru tersedia tembang untuk bencana gempa bumi. Ke depan, akan dibuatkan untuk berbagai bencana lain," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Hari Wahyudi di Jogja, Selasa (20/11/2018).
Menurut Hari, melalui tembang yang liriknya menggunakan Bahasa Jawa tersebut, anak-anak dan seluruh masyarakat diajarkan mengenai hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi berskala besar.
Berbagai hal yang diajarkan melalui tembang berjudul "Yen Lindhu Teka" atau saat gempa datang di antaranya, tidak boleh gugup atau takut, melindungi kepala, berlindung di balik meja yang kuat, dan tidak berada di dekat barang-barang yang terbuat dari kaca.
Hari mengatakan, selama ini masih banyak masyarakat yang langsung merasa takut saat terjadi gempa dan justru melakukan hal-hal yang bisa menambah korban, misalnya langsung lari keluar rumah atau bersembunyi di tempat yang kurang aman.
"Dari tembang tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik untuk meningkatkan kewaspadaan saat gempa. Yaitu, keluar dari rumah saat getaran gempa sudah mereda dan menuju ke lokasi yang lapang dengan membawa barang-barang yang diperlukan," katanya.
Tembang yang sudah direkam tersebut, lanjut Hari, akan diviralkan menggunakan berbagai media sosial yang ada sehingga bisa dikenal dan diketahui lebih luas oleh masyarakat.
Tembang ciptaan SP Joko tersebut sudah diperkenalkan saat Apel Siaga Bencana Kota Jogja 2018 yang diikuti berbagai pihak termasuk dari relawan dan Kampung Tangguh Bencana.
Selain melalui tembang, upaya untuk mengajarkan mengenai sikap kewaspadaan bencana juga akan dilakukan melalui sekolah guna mewujudkan sekolah aman bencana sehingga anak-anak terbiasa dan bisa melakukan langkah yang tepat saat terjadi bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.