Bulog Terapkan Formula 2-3-4 untuk Jaga Mutu Beras SPHP
Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras SPHP dari FIFO menjadi formula mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan.
Ilustrasi Petugas TRC BPBD Jogja/Istimewa-BPBD
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja memanfaatkan kearifan lokal melalui tembang dan dolanan anak untuk mengajarkan penanganan bencana. Hal itu dilakukan dengan bekerja sama dengan Klub Kesenian Anak Sariswara Taman Siswa.
"Untuk saat ini, baru tersedia tembang untuk bencana gempa bumi. Ke depan, akan dibuatkan untuk berbagai bencana lain," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Hari Wahyudi di Jogja, Selasa (20/11/2018).
Menurut Hari, melalui tembang yang liriknya menggunakan Bahasa Jawa tersebut, anak-anak dan seluruh masyarakat diajarkan mengenai hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi berskala besar.
Berbagai hal yang diajarkan melalui tembang berjudul "Yen Lindhu Teka" atau saat gempa datang di antaranya, tidak boleh gugup atau takut, melindungi kepala, berlindung di balik meja yang kuat, dan tidak berada di dekat barang-barang yang terbuat dari kaca.
Hari mengatakan, selama ini masih banyak masyarakat yang langsung merasa takut saat terjadi gempa dan justru melakukan hal-hal yang bisa menambah korban, misalnya langsung lari keluar rumah atau bersembunyi di tempat yang kurang aman.
"Dari tembang tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik untuk meningkatkan kewaspadaan saat gempa. Yaitu, keluar dari rumah saat getaran gempa sudah mereda dan menuju ke lokasi yang lapang dengan membawa barang-barang yang diperlukan," katanya.
Tembang yang sudah direkam tersebut, lanjut Hari, akan diviralkan menggunakan berbagai media sosial yang ada sehingga bisa dikenal dan diketahui lebih luas oleh masyarakat.
Tembang ciptaan SP Joko tersebut sudah diperkenalkan saat Apel Siaga Bencana Kota Jogja 2018 yang diikuti berbagai pihak termasuk dari relawan dan Kampung Tangguh Bencana.
Selain melalui tembang, upaya untuk mengajarkan mengenai sikap kewaspadaan bencana juga akan dilakukan melalui sekolah guna mewujudkan sekolah aman bencana sehingga anak-anak terbiasa dan bisa melakukan langkah yang tepat saat terjadi bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras SPHP dari FIFO menjadi formula mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.