Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Pasukan Bregada Winoto Manggolo saat beratraksi di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Rabu (21/11/2018) malam./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Ratusan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan dari Simpang Empat Senosewu, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, hingga depan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (BBP3KS), Ngestiharjo, Rabu (21/11/2018) malam. Mereka menyaksikan atraksi budaya yang digelar dalam acara syukuran atas suksesnya gelaran pemilihan kepala desa Ngestiharjo, beberapa waktu lalu.
Kirab budaya itu menampilkan berbagai potensi kesenian yang ada di desa setempat, di antaranya adalah bregada, drumben, hadroh, serta jatilan dengan jumlah peserta mencapai sekitar 200 orang.
Barisan kirab diawali bregada, kemudian diikuti kelompok kesenian lainnya. Selain itu, yang jadi perhatian dalam kirab yang dimulai sekitar pukul 18.30WIB sampai 20.00 WIB itu adalah Bregada Winoto Manggolo asal Dusun, Ngewotan, Desa Ngestiharjo, Kasihan. Kelompok kesenian ala keprajuritan pengaman kerajaan dengan anggota 90 personel tersebut memang menjadi salah satu potensi andalan di Ngestiharjo.
"Acara ini merupakan selamatan pesta rakyat pilurdes selesai dilaksanakan dan sukses. Atraksi diisi dengan sejumlah potensi kesenian yang ada di Desa Ngestiharjo," kata Ismadi selaku Ketua II Kelompok Bregada Winoto Manggolo dan Jatilan Turonggo Mudo Budoyo, kemarin.
Kesenian Bregada Winoto Manggolo dan Jatilan Turonggo Mudo Budoyo merupakan kelompok seni desa setempat yang menjadi potensi. Grup kesenian terebut kerap tampil dalam berbagai even, termasuk saat HUT Kota Jogja kesenian ini turut tampil di Malioboro. Grup kesenian ini juga pernah menggelar festival bregada.
Saat ini pemain Bregada Winoto Manggolo dan Jatilan Turonggo Mudo Budoyo memiliki banyak penerus yang berusia rata-rata 30-40 tahun. Penasehat grup kesenian ini Solahudin Hidayat mengatakan saat ini grup kesenian tersebut tengah fokus dalam pengadaan alat dan konstum.
Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata, Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo mengatakan pasukan keprajuritan atau bergodo di DIY menjadi salah satu seni budaya dan menjadi kekuatan daya tarik bagi wisatawan yang perlu dilestarikan oleh masyarakat.
Dia mencontohkan prosesi pergantian prajurit jaga di Puro Pakualaman yang saat ini sudah dikemas dalam bentuk atraksi budaya yang bisa disaksikan oleh masyarakat. "Jadi kepariwisataan memang tidak bisa lepas dari seni budaya," kata Wardoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Selandia Baru umumkan skuad Piala Dunia 2026 hasil seleksi 3 tahun. Kombinasi pemain senior dan muda siap beri kejutan.